Bersama Kuasa Usaha at Interim KBRI Cairo, Teuku Darmawan

Dari kiri: Syafruddin Mukhlis (Ketua DPD Mansoura), Nur Furqon Nashrullah, Lc. (Ketua DPD Tanta), Amrizal Batubara, S.S. (Presiden PPMI Mesir), Teuku Darmawan (KUAI KBRI Cairo), A. Solikhan (Ketua DPD Zagazig), Muhlasson Jalaluddin, Lc. (Staf Atdikbud KBRI Cairo).

Gerakan 100 Kunci

Ketua DPD PPMI Tanta, Nur Furqon Nashrullah Mengawali Kepemimpinannya dengan Program Gerakan 100 Kunci.

Wisuda Mahasiswa Indonesia

Resepsi Wisuda Mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar.

Pelantikan Pengurus DPD PPMI Tanta Periode XIX Masa Bakti 2013-2014

Pelantikan Pengurus DPD PPMI Tanta pada Senin, 9 September 2013 di Rumah Anggota.

HOTLINE

HOTLINE Perlindungan WNI di Mesir: +201022229989.

Sabtu, 19 April 2014

Peraturan Daerah PPMI Tanta Tahun 2014

  1. Perda Nomor 1 Tahun 2014 tentang Subsidi Kesehatan Anggota. Baca | Download
  2. Perda Nomor 2 Tahun 2014 tentang APBOD Termin II Tahun 2013-2014. Baca | Download
  3. Perda Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Perda Nomor 1 tentang Keorganisasian DPD PPMI Tanta. Baca | Download
  4. Perda Nomor 4 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Perda Nomor 2 tentang Pemilihan Umum Anggota. Baca | Download

Rabu, 16 April 2014

Ujian Termin II Dimajukan!

Rapat Senat Universitas Al-Azhar Cairo menetapkan, bahwa jadwal ujian termin II dimajukan menjadi tanggal 10 Mei 2014. Informasi ini disampaikan oleh Pusat Informasi Universitas Al-Azhar, sebagai hasil pertemuan para pimpinan Universitas Al-Azhar yang dilangsungkan di raung sidang Senat Universitas Al-Azhar.
 
Adapun ujian lisan dan ujian susulan (takhalluf) akan diselenggarakan sebelum tanggal tersebut, sesuai kebijakan masing-masing fakultas. Sumber tersebut juga menegaskan, bahwa rapat senat tersebut juga menekankan, bahwa soal ujian yang akan diberikan pada ujian mendatang terbatas pada materi-materi yang sudah diajarkan pada perkuliahan termin ini. (AtdikCairo.org)

Informasi ini dapat diakses langsung di situs resmi al-Azhar: klik di sini.

Pengumuman Jam’iyyah Abdussalam Abul Fadhl (JAAF), Mahallah Kubra


Assalamuálaikum. Wr. Wb.
Salam Sahabat Indonesia!

Bersama ini kami memberitahukan informasi penting yang kami dapat dari hasil silaturrachim kami dengan JAAF pada hari Ahad, 23 Maret 2014. Kedatangan kami pada hari tersebut, dalam rangka memenuhi undangan dari pihak JAAF kepada Ketua DPD PPMI Tanta melalui sambungan telepon. Hasil perbincangan kami dengan pihak JAAF adalah sebagai berikut:

  1. JAAF akan memberikan musa’adah bulanan sebagai bantuan biaya hidup untuk Masita yang memenuhi persyaratan dari JAAF.
  2. Pihak JAAF meminta kami untuk mengajukan nama-nama Masita yang terdaftar di universitas yang ada di Provinsi Gharbea atau yang berdomisili di Provinsi Gharbea.
  3. Meminta kesediaan setiap individu yang namanya kami ajukan ke JAAF, untuk melakukan registrasi dan interview di Kantof JAAF dengan tidak mewakilkan kepada orang lain.
  4. Menyiapkan photocopy Paspor (1 lembar), photocopy Kernih/ Tasdiq Tahun Ajaran 2013-2014 (1 lembar), Pass Photo 4x6 (1 lembar).
  5. Bagi Masita yang memenuhi syarat sebagaimana point nomor dua, namun belum kami ajukan, mohon untuk segera memberitahukan kepada kami melalui telepon ke nomor 0100 333 5413.
  6. Berikut nama-nama yang telah kami ajukan:
  • Abdullatif Fathan
  • Ahmad Alim Gong Hsb
  • Ahmad Fauzan
  • Ahmad Mukaafi Husna
  • Alek Kusmardani
  • Aminudin Khudhori
  • Asep Hamzah SF
  • Fathin Masyhud Bahri
  • Fattakhurrozak
  • Hengky Adi Aprilianto
  • Ida Husnur Rahmawati
  • Imam Ropi’i
  • Ismail Fahmi Rizal
  • Jumali Untung
  • Minbaul Jadid
  • Muhammad Musyafak
  • Muhammad Zaim
  • Mustain Yahya
  • Mustofa Kamal
  • Nashirun Herman
  • Nur Furqon Nashrullah
  • Rohmat Hasan Basri
  • Sarif Abdur Rochim
  • Sarif Abdur Rouf
  • Sutadi Anang Yahya
Demikian pengumuman ini kami sampaikan, atas perhatian Saudara/i kami ucapkan terimakasih.

Wassalamuálaikum Wr. Wb.


Ketua DPD PPMI Tanta,


 Nur Furqon Nashrullah, Lc.

 

Kamis, 03 April 2014

Bincang Santai Politik Masisir Hingga Politik Indonesia

Mendekati Pemilihan Umum Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019, Lembaga Seni dan Budaya Nahdhatul Ulama (LSBNU) Cairo bekerja sama dengan Kelompok Studi Walisongo (KSW), dan el-Muntada mengadakan bincang santai tentang perpolitikan, pada Rabu (2/3), di Auditorium KSW, Cairo.

Acara yang dimoderatori oleh Khozin Dipo, Ketua PCINU Mesir ini merupakan salah satu wadah pencerahan tentang politik bagi mahasiswa, sehingga sengaja acara ini dibuka untuk umum. Karena acara ini bersifat non-formal atau bincang santai saja, pembahasan perpolitikan yang semula dari politik Masisir merembet ke perpolitikan yang ada di Indonesia. Para pembicara berusaha untuk bertukar pikiran tentang platform politik yang ideal bagi Masisir dan Indonesia. Dalam acara itu juga disinggung posisi mahasiswa dalam perannya sebagai penuntut ilmu dan perannya untuk terjun di dunia politik.

Hadir dalam acara tersebut beberapa pembicara antara lain; M. Saifuddin, MA., Nur Fuad Shofiyullah, Lc., MM., Murtadlo Bisri, Lc., Nuhdi Febriansyah, Lc., Muh. Nur Thoriq sebagai perwakilan dari mahasiswa serta kurang lebih 50 orang hadirin memenuhi ruangan.(MHA)Selain dialog, di tengah-tengah acara panitia menampilkan beberapa penampilan diantaranya; pembacaan sajak dan puisi oleh SAMAS (Sajak Masisir), Pagelaran Wayang, Grezzo Band, dan LSBNU Band. (AtdikCairo)

Sabtu, 22 Maret 2014

Ngarab Tapi Genah


Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Hadir dan terlibatlah dalam acara "Ngarab Tapi Genah; Gelanggang Menulis, Membaca, dan Berbicara Bahasa Arab" di Rumah Anggota DPD PPMI Tanta, setiap Selasa pukul 16.00 WLT.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Kamis, 20 Maret 2014

Pelantikan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN) Kairo Mesir

PPLN KBRI Kairo pada 16 Maret 2014 melantik Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN) Kairo Mesir yang terdiri dari 9 KPPS dengan total anggota 63 orang, di setiap KPPS terdiri dari 7 orang personil.
Pelaksanaan pengambilan sumpah dilakukan oleh Ketua Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN), Muhammad Saifuddin, dan disaksikan oleh Kepala Kanselerai KBRI Kairo, seluruh Anggota PPLN Kairo, staf KBRI dan masyarakat Indonesia di Mesir.

Dalam sambutannya, ketua PPLN Kairo menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh anggota KPPSLN yang sudah bersedia membantu PPLN dalam mensukseskan pemilu di Mesir yang memiliki DPT 4492 orang. PPLN mengharapkan agar KPPSLN bekerja dengan maksimal dan netral agar pelaksanaan pemilu di Mesir bisa berjalan aman dan lancar.

Pelaksanaan pemilu DPR RI di Mesir akan dilaksanakan di KBRI Kairo pada hari sabtu, 5 April 2014. Mengingat waktu yang sudah mendekati hari pemilu, KPPSLN diharapkan segera mempersiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk proses pemilihan tersebut. (KBRI Cairo)

Edaran Maraknya Tindak Pidana Perdagangan Orang Yang Dilakukan Oknum WNI Di Mesir


E D A R A N

No: SE.019 /III/2014/PROTKONS


MARAKNYA TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG YANG DILAKUKAN OKNUM WNI DI MESIR



Sehubungan dengan semakin maraknya Tindakan Pidana Perdagangan Orang (TPPO) oleh oknum WNI yang mendatangkan dan menyalurkan TKI informal/Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) di Mesir, KBRI menyampaikan kepada seluruh WNI di Mesir untuk mendapatkan perhatian sebagai berikut:



1.    Mengingat Mesir bukan negara tujuan penempatan TKI Informal/PLRT dan tidak ada perjanjian pengiriman TKI informal/PLRT dengan Pemerintah Mesir, maka segala bentuk tindakan mendatangkan dan menyalurkan TKI informal/PLRT di Mesir tanpa prosedur resmi melalui Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dapat digolongkan sebagai tindakan kriminal berupa Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).



2.    Bagi pelaku dan yang terlibat TPPO dapat dikenakan hukuman sesuai Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) RI Tahun 1958; Undang-Undang RI No. 39/2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri; dan Undang-Undang RI No. 21/2007 mengenai TPPO. Selain itu, Pemerintah Mesir juga akan menjeratnya sesuai Undang-Undang Mesir No. 64/2010 tentang Anti Perdagangan Manusia, dimana pelaku dan yang terlibat dapat dituntut sanksi pidana maksimum 15 tahun penjara.



3.    Oleh karena itu, bagi WNI yang melakukan TPPO diinstruksikan agar segera menghentikan kegiatan atau tindakannya tersebut. Apabila terdapat WNI yang terbukti melakukan praktek-praktek TPPO, KBRI Cairo tidak segan-segan untuk menjatuhkan sanksi berupa deportasi ataupun penuntutan secara hukum di Indonesia.



4.    Untuk memberantas maraknya praktek-praktek TPPO tersebut, KBRI juga telah melakukan upaya kerjasama dengan Pemerintah Mesir untuk menindak siapa saja yang terlibat dalam kegiatan ilegal tersebut.



5.    Bagi siapa yang mengetahui adanya oknum WNI di Mesir yang melakukan praktek-praktek TPPO agar melaporkannya kepada KBRI melalui nomor Hotline 010-2222-9989, 02-27947200/9, dan 010-1518-5795.



                                                KBRI Cairo,17 Maret 2014

Rabu, 19 Maret 2014

Ucapan Belasungkawa & Undangan Shalat Ghaib (Bapak Ma'mun)

Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rooji'uun...

Kami segenap Pimpinan BPD, Pengurus DPD dan seluruh anggota DPD PPMI Tanta, mengucapkan duka dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Bapak Ma'mun (Ayahanda Saudara Muhammad Musyafak Ma'mun), pada hari Selasa, 18 Maret 2014 - Pukul 09.30 WIB.

Semoga almarhum diberi maghfiroh dan Rahmat-Nya, serta keluarga yang ditinggal diberi kesabaran dan ketabahan oleh-Nya. Amin.

Untuk segenap anggota DPD PPMI Tanta, dimohon kesediaannya untuk berkumpul di Rumah Anggota guna melaksanakan Shalat Ghaib, yang insyaAllah akan dilaksanakan pada hari Kamis, 20 Maret 2014 - Pukul 18.30 WLT

Demikian yang dapat kami sampaikan, terimakasih atas perhatian Anda.

Minggu, 16 Maret 2014

KBRI Cairo Menyampaikan Undangan ICIS kepada Mantan Mufti Mesir

Dalam rangka mendukung konferensi  yang  akan diadakan oleh International Conference of Islamic Scholars (ICIS), Sekretaris I Pensosbud Dr. Windratmo pada (16/3) telah menyampaikan undangan kepada Dr. Sheikh Ali Jum'ah di Kantor beliau di Dokki, Giza.


Sekretaris I Pensosbud menyampaikan rasa apresiasi atas keingingan beliau untuk datang pada acara Konferensi  Internasional  yang  akan bertempat di Pesantren Sukorejo, Situbondo, JawaTimur pada tanggal 29 hingga 30 Maret 2014 dengan Tema " Konsolidasi  Jaringan Ulama Internasional Meneguhkan Kembali Nilai-nilai Islam Moderat".


Menyambut baik undangan tersebut, Mantan Mufti Mesir yang belum pernah berkunjung ke Indonesia, maka dengan adanya undangan tersebut hal ini merupakan kesempatan baik bagi bangsa Indonesia untuk dapat memperoleh informasi yang akurat tentang proses demokrasi yang sedang terjadi di Mesir. Pada tahun ini Mesir juga akan melaksanakan demokrasi untuk memilih presiden dan wakil rakyat, sambut Sekretaris I.


Konferensi  Internasional yang belangsung di Situbondo ini rencananya akan diikuti 150 orang ahli (expert) dan 10 (Observer) terdiri dari: Para Ulama dari berbagai negara, Pejabat Pemerintah, Densus 88, Akademisi, Pengamat Politik, Budayawan dan Kelompok Studi Timur Tengah, Duta Besar dan Berkuasa Penuh dari Negara di Timur Tengah, Afrika Utara dan Negara Sahabat, serta Pimpinan Masyarakat Madani. (KBRI Cairo)

Sabtu, 15 Maret 2014

Bedah Muqorror; Edisi Special "Musyawarah Sastra"

Hadir & Terlibatlah,..!!! Dalam Musyawarah Sastra:
Membedah Cerpen "S3" karya Sarif Abdur Rouf (Pegiat Sastra Angkringan) & Cerpen "Haram Menyerah" karya Alex Kusmardani (Cerpenis Muda Tanta).

Senin, 17 Maret 2014 di Rumah Anggota (RUANG) DPD PPMI Tanta.

Minggu, 02 Maret 2014

Tiga Tarian Tradisional Indonesia Semarakkan Pameran Seni Budaya di Mesir

Kedutaan Besar Republik Indonesia kembali turut serta dalam Sakia Exhibition for Cultural Services ke-11 yang diselenggarakan oleh Rumah Budaya Sakia El-Sawi pada tanggal 27 Februari 2014. Acara dilaksanakan di aula Annahr, yang terletak di pinggir sungai Nil, dan diikuti oleh 27 kedutaan dan beberapa rumah budaya di Mesir.

Tahun ini, Indonesia menggelar bahan-bahan promosi yang bernuansa khas Indonesia dengan berbagai gambar pariwisata dan keindahan alam nusantara. Tersedia juga berbagai informasi seputar Indonesia baik politik, ekonomi, budaya dan lain sebagainya. KBRI juga membagikan buku saku, brosur dan cd ke-indonesia-an. Para Pengunjung juga dapat mencicipi kue khas Indonesia yaitu onde-onde dan klepon yang dibagikan secara gratis.

Dibawah koordinasi Pusat Kebudayaan Indonesia (Puskin) KBRI Cairo,  Indonesia juga tampil dengan suguhan tiga tarian tradisional, yaitu tari Lenggang Nyai dari Sekolah Indonesia Cairo, tari Gending Sriwijaya yang dibawakan oleh mahasiswi Indonesia asal Sumatera Selatan, dan  tari Gandrung Bali dari siswi Puskin yang berkewarganegraan Mesir. Penampilan Indonesia tersebut mendapat sambutan meriah dari ratusan penonton yang memadati aula an-Nahr.

Acara tersebut mendapatkan liputan dari beberapa media massa di Mesir. Salah satunya, The Egyptian Gazette memuat foto tarian Gending Sriwijaya pada halaman terakhir edisi 2 Maret 2014. (KBRI Cairo)

Rabu, 26 Februari 2014

Bangkitkan Semangat Memilih, PPLN Cairo Adakan Lomba Menulis Kolom

Dalam rangka sosialisasi Pemilu Legislatif Indonesia di Mesir yang akan dilaksanakan pada 5 April  2014 mendatang, maka PPLN KBRI Cairo mengadakan kegiatan lomba penulisan kolom (coloumn/opini) untuk segenap WNI di Mesir dengan ketentuan sebagai berikut:
TEMA:
  1. Tanggung jawab warga negara terhadap Pemilu.
  2. Kesadaran politik yang mencerdaskan.
  3. Mewujudkan Pemilu legislatif yang jujur dan demokratis
  4. Menciptakan sinergi antara Ormas dan Parpol dalam membangun negeri.
Format tulisan
  1. Tulisan menggunakan font Arial ukuran 11.
  2. Minimal 2500 karakter dan maksimal 4000 karakter )dengan spasi)
  3. Menggunakan spasi  1,5 cm.
 Syarat dan ketentuan
  1. Lomba terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya;
  2. Lomba diikuti oleh perseorangan;
  3. Peserta hanya dapat mengirimkan 1 buah tulisan;
  4. Tulisan terbaru dan belum pernah dipublikasikan;
  5. Penulisan menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar;
  6. Keputusan panitia mutlak dan tidak dapat diganggu gugat;
  7. Jika terdapat penjiplakan maka akan didiskualifikasi secara otomatis;
  8. Tulisan yang diikutkan lomba menjadi hak panitia;
  9. Tulisan dipresentasikan pada acara sosialisasi pemilu legislatif pada tanggal 22 Maret 2014;
  10. Peserta yang berhak ikut presentasi adalah yang masuk 3 besar;
  11. Tulisan dikirimkan dalam bentuk  soft copy melalu fb ppln mesir dan atau pplnmesir@gmail.com.
  12. Menyertakan biodata yang meliputi : Nama,TTL, alamat indonesia, alamat mesir, pendidikan yang sedang ditempuh, nomer hp, alamat fb.
Aspek Penilaian
Ada dua tahap penilain. Seleksi naskah dan presentasi
  • Seleksi naskah
  1. Seleksi naskah dilakukan oleh dewan juri yang telah ditetapkan PPLN Cairo.
  2. Penilaian dilihat dari orisinaslitas ide penulis, kreatifitas gagasan, inovasi dan kontribusi.
  3. Penggunaan tata-bahasa dan EYD
  • Penilaian presentasi
  1. Penyajian/presentasi maksimal 5-7 menit
  2. Ketepatan waktu
  3. Sikap/cara presentasi
  4. Penggunaan ragam bahasa tutur yang baku
  5. Penguasaan materi.
 Jadwal kegiatan
  1. Penyerahan tulisan : 20 Februari – 10 Maret 2014
  2. Seleksi dan penilaian: 11-18 Maret 2014
  3. Pengumuman pemenang: 22 Maret 2014
Hadiah
Penghargaan lomba akan diberikan dalam bentuk:
  1. Sertifikat bagi seluruh peserta yang mengirimkan lomba dengan lengkap
  2. Uang tunai sebagai berikut:
    1. Juara I                 : 1000 LE
    2. Juara II                :  800 LE
    3. Juara III               :  600 LE
    4. Juara Harapan I    :  400 LE
    5. Juara Harapan II   :  200 LE
Contact Person : 0100 80 22 151/ 011 233 53 588 / 010 61 537 68
Para finalis akan diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil tulisannya dalam acara sosialisasi secara masal di cairo pada Maret mendatanga.

Sumber: PPLN Mesir

Selasa, 25 Februari 2014

Ini Semua Karena Babi

Disinggung perihal kapan dimulainya aktifitas kampus Termin II, Musthofa Su’un hanya menggelengkan kepala sembari berkata "Wallahu A’lam, saya dengarnya sih tanggal 8 Maret nanti, tapi entah lah, belum pasti juga itu, tunggu aja keputusan dari pusat!"

Mengenai sebab keterlambatan ini, Musthofa menjelaskan bahwa salah satu sebabnya adalah karena babi, "salah satu penyebabnya karena menyebarnya virus flu babi di Mesir akhir-akhir ini. Menteri Kesehatan menngingatkan bahayanya virus tersebut, dan salah satu antisipasi adalah dengan tidak mengadakan kegiatan belajar-mengajar, terlebih di ruangan tertutup dengan jumlah audiens yang cukup banyak, karena dengan berkumpulnya banyak orang di satu ruangan tertutup itu berbahaya, dengan adanya satu orang saja terjangkit virus mematikan tersebut, akan banyak jiwa yang
terancam tertular, makanya kegiatan kuliah belum dimulai, ini salah satu penyebabnya. Sebab yang lain, Wallahu A’lam".

Musthofa
juga menegaskan pentingnya tahlil dam untuk mereka yang baru datang dari luar Mesir, tes darah ini untuk memastikan kesehatan masing-masing individu, lebih rincinya lagi tentang bebasnya seseorang dari virus flu babi.

Selain membahas tentang kegiatan kampus, Musthofa juga memberikan angin segar sebab insyaAllah akan ada minhah dari Ri’ayat el-Shabab bi el-Koleyet untuk Mahasiswa asing. Mengenai waktu, prosedur dan jumlah beasiswa, akan diberitahukan menyusul.

Obrolan santai pagi tadi ditutup dengan titipan salam dari Musthofa untuk segenap Mahasiswa Indonesia di Tanta. "Salam untuk teman-teman Indonesia". (NFN)

Islam & Intrik Politik

Barangkali tidaklah berlebihan jika penulis katakan, saat ini kita perlu mengingat kembali ungkapan terkenal Syaikh Mohammad Abduh dalam bukunya: Islam dan Kekristenan (al-Islam wa al-Nashraniyyah). Dalam buku tersebut, Abduh menyatakan : “Aku berlindung kepada Allah dari politik, dari kata dan arti kata politik, dari setiap pembicaraan politik, bahkan dari mengucapkan asal-usul kata politik (sasa-yasusu) berikut derivasinya.”

Berikut ini, secara ringkas  penulis akan kemukakan beberapa refleksi penulis terkait politik tersebut:
Pertama, pernyataan Abduh itu kemungkinan besar tidak dimaksudkan untuk menghindari politik yang lurus dan bersih, seperti yang disinyalir oleh Imam al-Ghazali dalam ungkapannya: “Politik itu adalah alat untuk memperbaiki keadaan manusia, yaitu dengan cara menuntun mereka ke jalan keselamatan dunia dan akhirat.” Sebagaimana juga tidak mungkin pernyataan tersebut dimaksudkan Abduh untuk menjauhi politik yang sesuai dengan tuntunan syariat (as-siyasah as-syar’iyyah) sebagaimana diajarkan oleh para ulama Islam.

Politik yang lurus, bersih dan sesuai syariat adalah politik yang mencurahkan seluruh perhatiannya demi menuntun perilaku manusia agar selaras dengan ajaran utama dan tujuan mulia syariat Islam. Hemat penulis, yang dimaksud politik dalam pernyataan Abduh tersebut adalah intrik-intrik politik yang penuh dengan upaya saling sikut dan manuver-manuver politik yang seringkali diwarnai dusta dan kebohongan. Dalam politik macam ini, yang haram bisa menjadi halal, bahkan dusta dan kebohongan seringkali ditampilkan secara terang-terangan.

Kedua, jika intrik politik hanya seperti yang baru saja penulis gambarkan, mungkin hal itu tidak terlalu merisaukan kita. Tapi yang terjadi saat ini, para politisi sudah mulai bermain-main dengan teks-teks Al-Qur’an dan Hadis yang mulia itu, juga sejarah Nabi Saw. yang agung. Mereka mengeksploitasi hal-hal yang sakral dan suci tersebut untuk menarik simpati dan mengobarkan emosi masyarakat. Dan lalu,  masyarakat yang telah jatuh dalam perangkap mereka itu diarahkan—juga dengan alasan-alasan agama—untuk meraih kepentingan politik mereka.

Anda mungkin akan terheran-heran menyaksikan bagaimana mereka memutarbalikkan ayat-ayat Al-Qur’an.  Ayat-ayat yang berisi janji kemenangan bagi Nabi Saw. dan para sahabatnya, di tangan mereka berubah menjadi janji kemenangan hanya bagi kelompok mereka sendiri. Begitu pula, ayat-ayat yang mengandung ancaman bagi musuh Nabi Saw. dan para sahabatnya,  mereka jadikan amunisi untuk menyerang kelompok-kelompok yang berseberangan dengan agenda politik mereka. Mereka merasa seakan-akan telah mengetahui apa yang tersembunyi, yang sejatinya hanya diketahui oleh Allah Swt. Tidak berhenti di situ saja. Sejarah kehidupan Nabi Saw. juga diselewengkan dari fakta sebenarnya untuk memberi kesan pada masyarakat awam bahwa kelompok merekalah yang perjalanan hidupnya menyerupai perjalanan kehidupan Nabi Saw. Dan merekalah yang akhirnya akan menang, sebagaimana sejarah Nabi Saw., sementara kelompok-kelompok di luar mereka akan kalah dan musnah.

Para pendahulu kita, seperti Imam as-Suyuthi, pengarang al-Itqan, telah mengingatkan kita agar jangan sekali-kali menakwilkan ayat-ayat Al-Qur’an demi mendapatkan keuntungan duniawi. Bahkan para ulama kita terdahulu telah menyatakan bahwa pangkal fitnah yang terjadi antara kelompok Khawarij dengan Imam Ali R.a. adalah karena Khawarij keliru memaknai ayat-ayat Al-Qur’an. Ayat-ayat yang ditujukan kepada orang-orang kafir mereka gunakan untuk mendiskreditkan kaum muslim bahkan menghalalkan darah, harta dan kehormatan orang-orang Islam! Dan pada masa kini, para penerus Khawarij ini juga menggunakan cara yang sama dengan pendahulunya. Mereka tidak segan-segan mengafirkan orang-orang yang tidak sependapat dengan mereka. Mereka lupa bahwa Nabi Saw. telah memperingatkan: “Siapapun yang menuduh saudaranya kafir, maka tuduhan itu berlaku bagi salah satu dari keduanya jika salah satunya benar-benar kafir. Tapi jika tidak, maka tuduhan itu berlaku bagi si penuduh.” (HR.Bukhari dan Muslim).

Banyak orang yang mungkin tak habis pikir dengan pihak-pihak yang mengeksploitasi teks-teks Al-Qur’an, Hadis dan sejarah hidup Nabi Saw. untuk mendapatkan kepentingan duniawi belaka. Seakan-akan metode pemahaman teks-teks keagamaan yang dirumuskan para ulama dari dulu hingga kini telah lenyap dari pikiran.  Bahkan warisan tradisi Islam (turats) yang kaya seperti tak lagi berguna di hadapan orang-orang yang sengaja ingin mencampur-adukkan kebenaran dan kebatilan, serta kejujuran dan kebohongan.

Ketiga, orang akan lebih terkejut lagi saat menyaksikan intrik politik para politisi yang mereduksi as-siyasah as-syar’iyyah menjadi semata nafsu merengkuh kekuasaan, sehingga menghalalkan segala cara untuk meraih kekuasaan tersebut. Alih-alih berusaha menciptakan kesejahteraan bagi rakyat, atau mencegah penyelewengan kekuasaan dan korupsi, mereka justru mabuk kekuasaan dan kursi pemerintahan. Bagi mereka, kekuasaan dan pemerintahan adalah tujuan paling luhur dari politik. Mereka lupa bahwa menurut Islam, politik dan kekuasaan hanyalah sarana untuk menciptakan kesejahteraan yang hakiki bagi rakyat, selain untuk menanamkan nilai-nilai luhur dan moral agama dalam diri rakyat. Jika politik seperti diajarkan syariat (as-siyasah as-syar’iyyah) menuntun pada tujuan luhur dan mulia, maka para politisi telah mereduksinya sedemikian rupa, sehingga kekuasaan dan pemerintahan yang pada awalnya hanya sarana, telah berubah menjadi satu-satunya tujuan utama, meski untuk meraihnya harus mengalirkan darah dan mengorbankan banyak nyawa!

Keempat, Islam itu bukan hanya kekuasaan dan pemerintahan saja. Bahkan Islam juga bukan hanya sistem kemasyarakatan. Islam adalah menciptakan peradaban dan mewujudkan hasil olah-pikir, serta menggerakkan keindahan rasa. Islam adalah mendayagunakan akal, anggota badan, dan hati, karena hal-hal itulah yang dapat memberikan petunjuk bagi mansuia untuk mewujudkan kebebasan, keadilan, dan kemajuan. Hal-hal itu juga yang telah diajarkan Islam kepada seluruh manusia yang beraneka ragam bahasa dan suku bangsanya, sehingga mereka dapat terinspirasi untuk mewujudkan “surga” seperti yang mereka idam-idamkan, yaitu keadilan, kebebasan, dan perdamaian di seluruh dunia.

Prof. Dr. Abdul Fadhil el-Qoushi
Mantan Menteri Wakaf Mesir, Anggota Dewan Ulama Senior Al-Azhar, dan Wakil Ketua Ikatan Alumni Al-Azhar Internasional.

* Hak terjemahan pada @IAAI Indonesia.

Senin, 24 Februari 2014

KBRI Kairo Dengar Aspirasi Mahasiswa di Mesir

Dalam rangka menjaring aspirasi mahasiswa Indonesia di Mesir, pada Minggu (23/02) KBRI Kairo melakukan pertemuan dengan para pimpinan organisasi mahasiswa Indonesia yang terdiri dari Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI), organisasi mahasiswi (WIHDAH) dan ketua-ketua organisasi kedaerahan yang terdiri dari 17 kekeluargaan.

Dalam pertemuan tersebut, mewakili KBRI Kairo, Sekretaris I Pensosbud, Windratmo, didampingi Sekretaris III Pensosbud, Mohammad Nur Salim, bersama perwakilan mahasiswa  membahas isu-isu terkini dan permasalahan-permasalahan yang dihadapi mahasiswa.

Setelah melakukan identifikasi dan mendengar masukan dari masing-masing peserta pertemuan, ada empat macam persoalan yang dibicarakan. Pertama, penanganan terhadap calon mahasiswa baru yang telah berada di Mesir; kedua, masalah pelayanan kesehatan; ketiga, pelayanan kekonsuleran; keempat, adalah gagasan untuk melakukan penggalangan dana dari WNI di Mesir membantu meringankan beban saudara-saudara di Indonesia yang tertimpa bencana.

Sekretaris I Pensosbud pada kesempatan tersebut mengusulkan perlunya sinergi antara KBRI Kairo dan WNI di Mesir, khususnya mahasiswa, untuk menggalang dana dalam kerangka solidaritas meringankan bencana alam di Indonesia. Di samping itu, ditekankan pula perlunya dibuat gerakan peduli mahasiswa yang dapat diwujudkan dalam bentuk "dana kepedulian mahasiswa" yang akan dikumpulkan oleh semua para mahasiswa setiap bulannya untuk dijadikan dana taktis membantu mahasiswa Indonesia di Mesir yang membutuhkan. 

Hadir dalam pertemuan tersebut, perwakilan KBRI Kairo, Sekjen PPMI, Ketua Wihdah dan beberapa Ketua Kekeluargaan yaitu Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA), Kelompok Studi Mahasiswa Riau (KSMR), Himpunan Mahasiswa Medan (HMM), Keluarga Pelajar Tapanuli dan Sekitarnya (KPTS), Ikatan Keluarga Mahasiswa Lampung (IKMAL), Keluarga Mahasiswa Banten (KMB), Keluarga Pelajar Jakarta (KPJ), Keluarga Paguyuban Masyarakat Jawa Barat (KPMJB), Kelompok Studi Walisongo - Jawa Tengah (KSW),  Keluarga Masyarakat Jawa Timur (GAMA JATIM), Forum Studi Keluarga Madura (FOSGAMA), Keluarga Mahasiswa Kalimantan Mesir (KMKM), Kerukunan Keluarga Sulawesi (KKS).

Sabtu, 22 Februari 2014

Info Beasiswa Turkiye Burslari

Kabar gembira bagi teman-teman yang berminat melanjutkan studi di Turki, Pemerintah Turki memberikan beasiswa bagi seluruh pelajar di dunia untuk program S1, S2 & S3.

Beasiswa yang ditawarkan oleh Pemerintah Turki terdiri dari 22 macam, namun pengalaman tahun-tahun sebelumnya untuk pelajar Indonesia hanya bisa mengakses 8 macam saja, antara lain:

  1. Goldenhorn Scholarship (undergraduate)
  2. History and Civilization Scholarship (graduate and research)
  3. Ibni Haldun Social Sciences Scholarship (graduate and research)
  4. Economic Studies Scholarship (graduate and research)
  5. Ali Kuşçu Science and Technology Scholarship (graduate and research)
  6. İbni Sina Medical Sciences Scholarship (undergraduate, graduate and research)
  7. Islamic Theology Scholarship (undergraduate, graduate and research)
  8. Yunus Emre Turkish Language Scholarship (undergraduate, graduate and research)

Beasiswa yang diberikan meliputi:

  1. Tiket pesawat keberangkatan ke Turki dan kepulangan ke Indonesia setelah menyelesaikan studi.
  2. Biaya pendidikan hingga selesai.
  3. Biaya pendidikan bahasa Turki selama 1 tahun.
  4. Asuransi kesehatan umum.
  5. Asrama tempat tinggal & makan setiap hari.
  6. Uang saku kurang lebih sebesar; 500 TL (225 USD) untuk mahasiswa S1 (baik yang 2 tahun atau 4 tahun), 750 TL (335 USD) untuk mahasiswa S2 & 1000 TL (450 USD) untuk mahasiswa S3 atau penelitian.

Pendaftaran sangat mudah, cukup dengan mengakses http://turkiyeburslari.gov.tr./ Jangan lupa siapkan soft copy dokumen pendidikan dan identitas Anda. Selain itu, Anda juga harus punya email yang masih bisa diakses, karena undangan wawancara dan prosedur-prosedur lain akan diberitahukan melalui email Anda.

Pendaftaran dibuka pada bulan Maret 2014 untuk program Pasca-Sarjana dan bulan April-Mei 2014 untuk program Sarjana.

Selasa, 18 Februari 2014

Bedah Muqorror DPD PPMI Tanta

Berbeda dengan organisasi lain, Dewan Pengurus Daerah (DPD) PPMI Tanta pada liburan pertengahan tahun, tahun akademik 2013/2014 ini tidak hanya menyelenggarakan kegiatan ekstra-kurikuler bagi anggotanya. DPD-PPMI Tanta justru menyelenggarakan kegiatan yang diberi nama “Bedah Muqarrar” atau Bedah Buku Diktat Kuliah, yang dimulai pada tanggal 17/2/2014.

Kegiatan Bedah Muqarrar direncanakan rutin mingguan  hingga ditutupnya kalender kegiatan DPD menjelang ujian termin dua tiba. Ketua DPD-PPMI Tanta, Nur Furqon Nasrullah, Lc., menegaskan bahwa selain mengkampanyekan cinta-sadar Muqorror dan kontekstualisasi Muqorror al-Azhar di berbagai bidang keilmuan, kegiatan yang bersifat lintas jurusan ini diharapkan juga mampu memperlebar ruang diskusi publik, hingga menjadi forum saling berbagi ilmu pengetahuan di antara anggota DPD PPMI Tanta yang berbeda fakultas dan jurusan. Terutama ilmu-ilmu di dalam Muqorror-muqorror al-Azhar yang terbilang koperatif dalam upaya mencapai kebenaran-kebenaran ilmiah.

Dalam edisi perdana, “Bedah Muqorror” menyajikan salah satu Muqarrar tingkat IV Jurusan Syariah wal Qonun Universitas Al-Azhar Tanta. Tema yang diangkat adalah “Teori Hak Dalam Hukum Perdata” dari buku diktat Nadhoriyat al-Haq. Tema ini dibawakan oleh Ahmad Mukafi Husna, mahasiswa tingkat IV yang menjadi narasumber sekaligus mengantarkan materi diskusi.
Memberikan alasan kenapa diktat tersebut yang dipilih, Ahmad Mukafi mengatakan, “Saya memilih kita tersebut untuk mengawali kegiatan ini, karena kita sebagai warga Negara harus mengetahui hak-hak privat kita tanpa merugikan hak-hak orang lain, baik dalam hukum perorangan hukum kebendaan, hukum perikatan, dan hukum nikah.”

Selanjutnya Furqon menambahkan, “yang lebih penting lagi dari agenda ‘Bedah Muqorror’ ini adalah demi mempererat keharmonisan tali silaturahim di antara anggota DPD PPMI Tanta khususnya yang berbeda fakultas dan jurusan, agar lebih akrab dan bermartabat.”Melihat antusias anggota di dalam mengikuti kegiatan ini, Ketua DPD-PPMI tanta menyampaikan harapannya, “Dinamika keilmuan harus terus diperjuangkan, investasi leher ke atas adalah tujuan utama menginjakkan kaki di bumi kananah ini. “Bedah Muqorror” harus diapreisasi setinggi mungkin, sebab ia menjadi salah satu jembatan yang dapat menjadi pijakan terciptanya insan akademis yang militan dan siap menghadapi tantangan zaman.”
Kegiatan ini dilaksanakan Ba’da Magrib , di kediaman Sdr. Ahmad Mukafi Husna. Antusiasme Mahasiswa Indonesia di Tanta (Masita) mengikuti kegiatan ini dapat dilihat dari  tanggapan-tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta diskusi hingga sulit diakhiri. (Pengurus DPD PPMI Tanta)