Bersama Kuasa Usaha at Interim KBRI Cairo, Teuku Darmawan

Dari kiri: Syafruddin Mukhlis (Ketua DPD Mansoura), Nur Furqon Nashrullah, Lc. (Ketua DPD Tanta), Amrizal Batubara, S.S. (Presiden PPMI Mesir), Teuku Darmawan (KUAI KBRI Cairo), A. Solikhan (Ketua DPD Zagazig), Muhlasson Jalaluddin, Lc. (Staf Atdikbud KBRI Cairo).

Gerakan 100 Kunci

Ketua DPD PPMI Tanta, Nur Furqon Nashrullah Mengawali Kepemimpinannya dengan Program Gerakan 100 Kunci.

Wisuda Mahasiswa Indonesia

Resepsi Wisuda Mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar.

Pelantikan Pengurus DPD PPMI Tanta Periode XIX Masa Bakti 2013-2014

Pelantikan Pengurus DPD PPMI Tanta pada Senin, 9 September 2013 di Rumah Anggota.

HOTLINE

HOTLINE Perlindungan WNI di Mesir: +201022229989.

Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 April 2014

Ujian Termin II Dimajukan!

Rapat Senat Universitas Al-Azhar Cairo menetapkan, bahwa jadwal ujian termin II dimajukan menjadi tanggal 10 Mei 2014. Informasi ini disampaikan oleh Pusat Informasi Universitas Al-Azhar, sebagai hasil pertemuan para pimpinan Universitas Al-Azhar yang dilangsungkan di raung sidang Senat Universitas Al-Azhar.
 
Adapun ujian lisan dan ujian susulan (takhalluf) akan diselenggarakan sebelum tanggal tersebut, sesuai kebijakan masing-masing fakultas. Sumber tersebut juga menegaskan, bahwa rapat senat tersebut juga menekankan, bahwa soal ujian yang akan diberikan pada ujian mendatang terbatas pada materi-materi yang sudah diajarkan pada perkuliahan termin ini. (AtdikCairo.org)

Informasi ini dapat diakses langsung di situs resmi al-Azhar: klik di sini.

Kamis, 03 April 2014

Bincang Santai Politik Masisir Hingga Politik Indonesia

Mendekati Pemilihan Umum Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019, Lembaga Seni dan Budaya Nahdhatul Ulama (LSBNU) Cairo bekerja sama dengan Kelompok Studi Walisongo (KSW), dan el-Muntada mengadakan bincang santai tentang perpolitikan, pada Rabu (2/3), di Auditorium KSW, Cairo.

Acara yang dimoderatori oleh Khozin Dipo, Ketua PCINU Mesir ini merupakan salah satu wadah pencerahan tentang politik bagi mahasiswa, sehingga sengaja acara ini dibuka untuk umum. Karena acara ini bersifat non-formal atau bincang santai saja, pembahasan perpolitikan yang semula dari politik Masisir merembet ke perpolitikan yang ada di Indonesia. Para pembicara berusaha untuk bertukar pikiran tentang platform politik yang ideal bagi Masisir dan Indonesia. Dalam acara itu juga disinggung posisi mahasiswa dalam perannya sebagai penuntut ilmu dan perannya untuk terjun di dunia politik.

Hadir dalam acara tersebut beberapa pembicara antara lain; M. Saifuddin, MA., Nur Fuad Shofiyullah, Lc., MM., Murtadlo Bisri, Lc., Nuhdi Febriansyah, Lc., Muh. Nur Thoriq sebagai perwakilan dari mahasiswa serta kurang lebih 50 orang hadirin memenuhi ruangan.(MHA)Selain dialog, di tengah-tengah acara panitia menampilkan beberapa penampilan diantaranya; pembacaan sajak dan puisi oleh SAMAS (Sajak Masisir), Pagelaran Wayang, Grezzo Band, dan LSBNU Band. (AtdikCairo)

Kamis, 20 Maret 2014

Pelantikan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN) Kairo Mesir

PPLN KBRI Kairo pada 16 Maret 2014 melantik Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN) Kairo Mesir yang terdiri dari 9 KPPS dengan total anggota 63 orang, di setiap KPPS terdiri dari 7 orang personil.
Pelaksanaan pengambilan sumpah dilakukan oleh Ketua Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN), Muhammad Saifuddin, dan disaksikan oleh Kepala Kanselerai KBRI Kairo, seluruh Anggota PPLN Kairo, staf KBRI dan masyarakat Indonesia di Mesir.

Dalam sambutannya, ketua PPLN Kairo menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh anggota KPPSLN yang sudah bersedia membantu PPLN dalam mensukseskan pemilu di Mesir yang memiliki DPT 4492 orang. PPLN mengharapkan agar KPPSLN bekerja dengan maksimal dan netral agar pelaksanaan pemilu di Mesir bisa berjalan aman dan lancar.

Pelaksanaan pemilu DPR RI di Mesir akan dilaksanakan di KBRI Kairo pada hari sabtu, 5 April 2014. Mengingat waktu yang sudah mendekati hari pemilu, KPPSLN diharapkan segera mempersiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk proses pemilihan tersebut. (KBRI Cairo)

Minggu, 16 Maret 2014

KBRI Cairo Menyampaikan Undangan ICIS kepada Mantan Mufti Mesir

Dalam rangka mendukung konferensi  yang  akan diadakan oleh International Conference of Islamic Scholars (ICIS), Sekretaris I Pensosbud Dr. Windratmo pada (16/3) telah menyampaikan undangan kepada Dr. Sheikh Ali Jum'ah di Kantor beliau di Dokki, Giza.


Sekretaris I Pensosbud menyampaikan rasa apresiasi atas keingingan beliau untuk datang pada acara Konferensi  Internasional  yang  akan bertempat di Pesantren Sukorejo, Situbondo, JawaTimur pada tanggal 29 hingga 30 Maret 2014 dengan Tema " Konsolidasi  Jaringan Ulama Internasional Meneguhkan Kembali Nilai-nilai Islam Moderat".


Menyambut baik undangan tersebut, Mantan Mufti Mesir yang belum pernah berkunjung ke Indonesia, maka dengan adanya undangan tersebut hal ini merupakan kesempatan baik bagi bangsa Indonesia untuk dapat memperoleh informasi yang akurat tentang proses demokrasi yang sedang terjadi di Mesir. Pada tahun ini Mesir juga akan melaksanakan demokrasi untuk memilih presiden dan wakil rakyat, sambut Sekretaris I.


Konferensi  Internasional yang belangsung di Situbondo ini rencananya akan diikuti 150 orang ahli (expert) dan 10 (Observer) terdiri dari: Para Ulama dari berbagai negara, Pejabat Pemerintah, Densus 88, Akademisi, Pengamat Politik, Budayawan dan Kelompok Studi Timur Tengah, Duta Besar dan Berkuasa Penuh dari Negara di Timur Tengah, Afrika Utara dan Negara Sahabat, serta Pimpinan Masyarakat Madani. (KBRI Cairo)

Minggu, 02 Maret 2014

Tiga Tarian Tradisional Indonesia Semarakkan Pameran Seni Budaya di Mesir

Kedutaan Besar Republik Indonesia kembali turut serta dalam Sakia Exhibition for Cultural Services ke-11 yang diselenggarakan oleh Rumah Budaya Sakia El-Sawi pada tanggal 27 Februari 2014. Acara dilaksanakan di aula Annahr, yang terletak di pinggir sungai Nil, dan diikuti oleh 27 kedutaan dan beberapa rumah budaya di Mesir.

Tahun ini, Indonesia menggelar bahan-bahan promosi yang bernuansa khas Indonesia dengan berbagai gambar pariwisata dan keindahan alam nusantara. Tersedia juga berbagai informasi seputar Indonesia baik politik, ekonomi, budaya dan lain sebagainya. KBRI juga membagikan buku saku, brosur dan cd ke-indonesia-an. Para Pengunjung juga dapat mencicipi kue khas Indonesia yaitu onde-onde dan klepon yang dibagikan secara gratis.

Dibawah koordinasi Pusat Kebudayaan Indonesia (Puskin) KBRI Cairo,  Indonesia juga tampil dengan suguhan tiga tarian tradisional, yaitu tari Lenggang Nyai dari Sekolah Indonesia Cairo, tari Gending Sriwijaya yang dibawakan oleh mahasiswi Indonesia asal Sumatera Selatan, dan  tari Gandrung Bali dari siswi Puskin yang berkewarganegraan Mesir. Penampilan Indonesia tersebut mendapat sambutan meriah dari ratusan penonton yang memadati aula an-Nahr.

Acara tersebut mendapatkan liputan dari beberapa media massa di Mesir. Salah satunya, The Egyptian Gazette memuat foto tarian Gending Sriwijaya pada halaman terakhir edisi 2 Maret 2014. (KBRI Cairo)

Rabu, 26 Februari 2014

Bangkitkan Semangat Memilih, PPLN Cairo Adakan Lomba Menulis Kolom

Dalam rangka sosialisasi Pemilu Legislatif Indonesia di Mesir yang akan dilaksanakan pada 5 April  2014 mendatang, maka PPLN KBRI Cairo mengadakan kegiatan lomba penulisan kolom (coloumn/opini) untuk segenap WNI di Mesir dengan ketentuan sebagai berikut:
TEMA:
  1. Tanggung jawab warga negara terhadap Pemilu.
  2. Kesadaran politik yang mencerdaskan.
  3. Mewujudkan Pemilu legislatif yang jujur dan demokratis
  4. Menciptakan sinergi antara Ormas dan Parpol dalam membangun negeri.
Format tulisan
  1. Tulisan menggunakan font Arial ukuran 11.
  2. Minimal 2500 karakter dan maksimal 4000 karakter )dengan spasi)
  3. Menggunakan spasi  1,5 cm.
 Syarat dan ketentuan
  1. Lomba terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya;
  2. Lomba diikuti oleh perseorangan;
  3. Peserta hanya dapat mengirimkan 1 buah tulisan;
  4. Tulisan terbaru dan belum pernah dipublikasikan;
  5. Penulisan menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar;
  6. Keputusan panitia mutlak dan tidak dapat diganggu gugat;
  7. Jika terdapat penjiplakan maka akan didiskualifikasi secara otomatis;
  8. Tulisan yang diikutkan lomba menjadi hak panitia;
  9. Tulisan dipresentasikan pada acara sosialisasi pemilu legislatif pada tanggal 22 Maret 2014;
  10. Peserta yang berhak ikut presentasi adalah yang masuk 3 besar;
  11. Tulisan dikirimkan dalam bentuk  soft copy melalu fb ppln mesir dan atau pplnmesir@gmail.com.
  12. Menyertakan biodata yang meliputi : Nama,TTL, alamat indonesia, alamat mesir, pendidikan yang sedang ditempuh, nomer hp, alamat fb.
Aspek Penilaian
Ada dua tahap penilain. Seleksi naskah dan presentasi
  • Seleksi naskah
  1. Seleksi naskah dilakukan oleh dewan juri yang telah ditetapkan PPLN Cairo.
  2. Penilaian dilihat dari orisinaslitas ide penulis, kreatifitas gagasan, inovasi dan kontribusi.
  3. Penggunaan tata-bahasa dan EYD
  • Penilaian presentasi
  1. Penyajian/presentasi maksimal 5-7 menit
  2. Ketepatan waktu
  3. Sikap/cara presentasi
  4. Penggunaan ragam bahasa tutur yang baku
  5. Penguasaan materi.
 Jadwal kegiatan
  1. Penyerahan tulisan : 20 Februari – 10 Maret 2014
  2. Seleksi dan penilaian: 11-18 Maret 2014
  3. Pengumuman pemenang: 22 Maret 2014
Hadiah
Penghargaan lomba akan diberikan dalam bentuk:
  1. Sertifikat bagi seluruh peserta yang mengirimkan lomba dengan lengkap
  2. Uang tunai sebagai berikut:
    1. Juara I                 : 1000 LE
    2. Juara II                :  800 LE
    3. Juara III               :  600 LE
    4. Juara Harapan I    :  400 LE
    5. Juara Harapan II   :  200 LE
Contact Person : 0100 80 22 151/ 011 233 53 588 / 010 61 537 68
Para finalis akan diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil tulisannya dalam acara sosialisasi secara masal di cairo pada Maret mendatanga.

Sumber: PPLN Mesir

Selasa, 25 Februari 2014

Ini Semua Karena Babi

Disinggung perihal kapan dimulainya aktifitas kampus Termin II, Musthofa Su’un hanya menggelengkan kepala sembari berkata "Wallahu A’lam, saya dengarnya sih tanggal 8 Maret nanti, tapi entah lah, belum pasti juga itu, tunggu aja keputusan dari pusat!"

Mengenai sebab keterlambatan ini, Musthofa menjelaskan bahwa salah satu sebabnya adalah karena babi, "salah satu penyebabnya karena menyebarnya virus flu babi di Mesir akhir-akhir ini. Menteri Kesehatan menngingatkan bahayanya virus tersebut, dan salah satu antisipasi adalah dengan tidak mengadakan kegiatan belajar-mengajar, terlebih di ruangan tertutup dengan jumlah audiens yang cukup banyak, karena dengan berkumpulnya banyak orang di satu ruangan tertutup itu berbahaya, dengan adanya satu orang saja terjangkit virus mematikan tersebut, akan banyak jiwa yang
terancam tertular, makanya kegiatan kuliah belum dimulai, ini salah satu penyebabnya. Sebab yang lain, Wallahu A’lam".

Musthofa
juga menegaskan pentingnya tahlil dam untuk mereka yang baru datang dari luar Mesir, tes darah ini untuk memastikan kesehatan masing-masing individu, lebih rincinya lagi tentang bebasnya seseorang dari virus flu babi.

Selain membahas tentang kegiatan kampus, Musthofa juga memberikan angin segar sebab insyaAllah akan ada minhah dari Ri’ayat el-Shabab bi el-Koleyet untuk Mahasiswa asing. Mengenai waktu, prosedur dan jumlah beasiswa, akan diberitahukan menyusul.

Obrolan santai pagi tadi ditutup dengan titipan salam dari Musthofa untuk segenap Mahasiswa Indonesia di Tanta. "Salam untuk teman-teman Indonesia". (NFN)

Senin, 24 Februari 2014

KBRI Kairo Dengar Aspirasi Mahasiswa di Mesir

Dalam rangka menjaring aspirasi mahasiswa Indonesia di Mesir, pada Minggu (23/02) KBRI Kairo melakukan pertemuan dengan para pimpinan organisasi mahasiswa Indonesia yang terdiri dari Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI), organisasi mahasiswi (WIHDAH) dan ketua-ketua organisasi kedaerahan yang terdiri dari 17 kekeluargaan.

Dalam pertemuan tersebut, mewakili KBRI Kairo, Sekretaris I Pensosbud, Windratmo, didampingi Sekretaris III Pensosbud, Mohammad Nur Salim, bersama perwakilan mahasiswa  membahas isu-isu terkini dan permasalahan-permasalahan yang dihadapi mahasiswa.

Setelah melakukan identifikasi dan mendengar masukan dari masing-masing peserta pertemuan, ada empat macam persoalan yang dibicarakan. Pertama, penanganan terhadap calon mahasiswa baru yang telah berada di Mesir; kedua, masalah pelayanan kesehatan; ketiga, pelayanan kekonsuleran; keempat, adalah gagasan untuk melakukan penggalangan dana dari WNI di Mesir membantu meringankan beban saudara-saudara di Indonesia yang tertimpa bencana.

Sekretaris I Pensosbud pada kesempatan tersebut mengusulkan perlunya sinergi antara KBRI Kairo dan WNI di Mesir, khususnya mahasiswa, untuk menggalang dana dalam kerangka solidaritas meringankan bencana alam di Indonesia. Di samping itu, ditekankan pula perlunya dibuat gerakan peduli mahasiswa yang dapat diwujudkan dalam bentuk "dana kepedulian mahasiswa" yang akan dikumpulkan oleh semua para mahasiswa setiap bulannya untuk dijadikan dana taktis membantu mahasiswa Indonesia di Mesir yang membutuhkan. 

Hadir dalam pertemuan tersebut, perwakilan KBRI Kairo, Sekjen PPMI, Ketua Wihdah dan beberapa Ketua Kekeluargaan yaitu Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA), Kelompok Studi Mahasiswa Riau (KSMR), Himpunan Mahasiswa Medan (HMM), Keluarga Pelajar Tapanuli dan Sekitarnya (KPTS), Ikatan Keluarga Mahasiswa Lampung (IKMAL), Keluarga Mahasiswa Banten (KMB), Keluarga Pelajar Jakarta (KPJ), Keluarga Paguyuban Masyarakat Jawa Barat (KPMJB), Kelompok Studi Walisongo - Jawa Tengah (KSW),  Keluarga Masyarakat Jawa Timur (GAMA JATIM), Forum Studi Keluarga Madura (FOSGAMA), Keluarga Mahasiswa Kalimantan Mesir (KMKM), Kerukunan Keluarga Sulawesi (KKS).

Selasa, 18 Februari 2014

Bedah Muqorror DPD PPMI Tanta

Berbeda dengan organisasi lain, Dewan Pengurus Daerah (DPD) PPMI Tanta pada liburan pertengahan tahun, tahun akademik 2013/2014 ini tidak hanya menyelenggarakan kegiatan ekstra-kurikuler bagi anggotanya. DPD-PPMI Tanta justru menyelenggarakan kegiatan yang diberi nama “Bedah Muqarrar” atau Bedah Buku Diktat Kuliah, yang dimulai pada tanggal 17/2/2014.

Kegiatan Bedah Muqarrar direncanakan rutin mingguan  hingga ditutupnya kalender kegiatan DPD menjelang ujian termin dua tiba. Ketua DPD-PPMI Tanta, Nur Furqon Nasrullah, Lc., menegaskan bahwa selain mengkampanyekan cinta-sadar Muqorror dan kontekstualisasi Muqorror al-Azhar di berbagai bidang keilmuan, kegiatan yang bersifat lintas jurusan ini diharapkan juga mampu memperlebar ruang diskusi publik, hingga menjadi forum saling berbagi ilmu pengetahuan di antara anggota DPD PPMI Tanta yang berbeda fakultas dan jurusan. Terutama ilmu-ilmu di dalam Muqorror-muqorror al-Azhar yang terbilang koperatif dalam upaya mencapai kebenaran-kebenaran ilmiah.

Dalam edisi perdana, “Bedah Muqorror” menyajikan salah satu Muqarrar tingkat IV Jurusan Syariah wal Qonun Universitas Al-Azhar Tanta. Tema yang diangkat adalah “Teori Hak Dalam Hukum Perdata” dari buku diktat Nadhoriyat al-Haq. Tema ini dibawakan oleh Ahmad Mukafi Husna, mahasiswa tingkat IV yang menjadi narasumber sekaligus mengantarkan materi diskusi.
Memberikan alasan kenapa diktat tersebut yang dipilih, Ahmad Mukafi mengatakan, “Saya memilih kita tersebut untuk mengawali kegiatan ini, karena kita sebagai warga Negara harus mengetahui hak-hak privat kita tanpa merugikan hak-hak orang lain, baik dalam hukum perorangan hukum kebendaan, hukum perikatan, dan hukum nikah.”

Selanjutnya Furqon menambahkan, “yang lebih penting lagi dari agenda ‘Bedah Muqorror’ ini adalah demi mempererat keharmonisan tali silaturahim di antara anggota DPD PPMI Tanta khususnya yang berbeda fakultas dan jurusan, agar lebih akrab dan bermartabat.”Melihat antusias anggota di dalam mengikuti kegiatan ini, Ketua DPD-PPMI tanta menyampaikan harapannya, “Dinamika keilmuan harus terus diperjuangkan, investasi leher ke atas adalah tujuan utama menginjakkan kaki di bumi kananah ini. “Bedah Muqorror” harus diapreisasi setinggi mungkin, sebab ia menjadi salah satu jembatan yang dapat menjadi pijakan terciptanya insan akademis yang militan dan siap menghadapi tantangan zaman.”
Kegiatan ini dilaksanakan Ba’da Magrib , di kediaman Sdr. Ahmad Mukafi Husna. Antusiasme Mahasiswa Indonesia di Tanta (Masita) mengikuti kegiatan ini dapat dilihat dari  tanggapan-tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta diskusi hingga sulit diakhiri. (Pengurus DPD PPMI Tanta)

Minggu, 16 Februari 2014

BMG Mesir: Cuaca Minggu Ini Normal, Akan Membaik Senin Depan

Juru bicara Badan Meteorologi dan Geofisika Mesir, Dr. Wahid Su’udi menyatakan bahwa cuaca dingin disertai hujan yang terjadi di Mesir akhir-akhir ini adalah fenomena alami dan normal. Suhu yang mendadak turun drastis seperti saat ini akan terulang secara berkala sampai akhir musim dingin. Su’udi mengatakan bahwa gelombang dingin saat ini akan berakhir pada Senin mendatang.

Hal tersebut disampaikan Su’udi melalui telepon saat dimintai keterangannya dalam acara “Al-Hayat Al-Yaum” di kanal “Al-Hayat” Mesir. Ia juga menambahkan bahwa cuaca akan berangsur membaik hingga sampai pada tahap normal. Meski demikian, menurut Su’udi, daerah pesisir Mesir akan sering mengalami hujan. 

Ia juga meminta agar para pengendara mobil lebih berhati-hati saat mengemudi saat cuaca tidak bersahabat seperti sekarang. (Sumber: Youm7.com, 15/2)

Sabtu, 15 Februari 2014

Upayakan Peningkatan Kerjasama Pendidikan: Dubes RI Cairo Kunjungi Universitas Mansourah

Dalam rangka peningkatan kerja sama pendidikan dan kebudayaan, Duta Besar ‘RI Cairo, Nurfaizi Suwandi, didampingi Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Cairo, Dr. Fahmy Lukman, M.Hum dan staf, pada 9 Januari 2014 memenuhi undangan Rektor Universitas Mansourah, Prof. Dr. El-Sayed Ahmad Abdel Cholik, untuk berkunjung ke Universitas Mansourah.
Prof. Dr. Hassan Aly Etman, Wakil Rektor Universitas Mansourah Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, yang mewakili Rektor untuk menyambut kunjungan Duta Besar RI, menyampaikan salam Rektor yang mendadak sakit dan tidak dapat menghadiri pertemuan dengan Dubes RI. Prof. Hassan Aly didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Pasca sarjana dan Riset, Prof. Dr. Magda Nasr, Dekan Fakultas Kedokteran, Dekan Fakultas Pertanian, Dekan Fakultas Sastra, Direktur Urusan Kerja sama Internasional, dan para Guru Besar terkait.

Prof. Hassan, selanjutnya menjelaskan serba singkat tentang Univesitas Mansourah, yang menempati rangkin ke-3 di Mesir, setelah Universitas Cairo dan Universitas Ain Shams Cairo. Adapun di tingkat kawasan Timur Tengah dan Afrika, Universitas Mansourah menduduki rangking ke 9. Selain itu, Prof. Hassan juga bercerita bahwa pada bulan oktober 2013 yang lalu menghadiri seminar di Indonesia, ia sangat kagum dengan kemajuan Indonesia, termasuk di bidang pendidikan. Pada kesempatan bertemu peabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI di Jakarta, Dirjen Dikti Kemdikbud, Prof. Dr. Joko Santoso antara lain mengusulkan kepada Prof. Hassan, agar Universitas Mansourah mendirikan Jurusan Studi Islam dan Bahasa Arab untuk penutur asing.

“Usulan tersebut sedang kami tindaklanjuti, dan saat ini persiapan substansi telah mencapai 80%” kata Prof. Hassan Aly, “kami berharap KBRI Cairo bisa mendorong perguruan tinggi Indonesia untuk mengadakan kerja sama dengan Universitas Mansourah, dan merekomendasi Mahasiswa Indonesia untuk belajar di Universitas Mansourah, karena saat ini mahasiswa Indonesia yang belajar di sini baru 2 orang, di Fakultas Kedokteran” imbuhnya sambil menyerahkan draf MoU versi Universitas Mansourah.

Duta Besar Nurfaizi pada kesempatan tersebut menjelaskan secara singkat tentang perkembangan pendidikan di Indonesia, dan menyampaikan pentingnya kerja sama dengan Negara lain termasuk Mesir. Dubes Nurfaizi juga menyinggung rencana KBRI untuk mengundang beberapa Rektor perguruan tinggi Indonesia ke Mesir.

“Kami akan mengundang beberapa rektor perguruan tinggi Indonesia ke Mesir dalam acara pameran pendidikan dan seminar pada bulan Juni-Juli. Pada kesempatan tersebut, kami juga mengundang beberapa rektor perguruan tinggi Mesir untuk bertemu dan membahas kerja sama pendidikan, kami berharap Rektor Universitas Mansourah dapat berpartisipasi pada kesempatan tersebut.” Kata Dubes Nurfaizi.

Pada kesempatan meninjau kampus, Duta Besar mengunjungi Fakultas Pertanian, Pusat kegiatan International Students Club, Fakultas Kedokteran dan Fakultas Sastra. Dekan Fakultas Sastra pada kesempatan menerima Dubes Nurfaizi, minta kiranya KBRI Cairo dapat menyelenggarakan kursus Bahasa Indonesia yang menjadi cikal bakal berdirinya konsentrasi Bahasa Indonesia di Jurusan Bahasa-bahasa Timur. Duta Besar menyambut baik harapan tersebut, dan menugaskan Atase Pendidikan dan Kebudayaan untuk segera menindaklanjutinya. (AtdikCairo.org)

PPMI Koordinir Ratusan Masisir Rayakan Maulid Nabi bersama Sheikh Ali Gomaah

Selasa, 14 Januari 2014/13 RabiulAwal 1435 H. DPP PPMI Mesir koordinir  pelajar dan mahasiswa Indonesia di Mesir yang berminat menghadiri peringatan Maulid Nabi SWA di Masjid Fadhil, Kota 6 of October, bersama Sheikh Prof. Dr. Ali Gomaah, mantan Grand Mufti Mesir.

Acara peringatan Maulid yang dimulia seusai Shalat Isya tersebut diawali dengan Sambutan Sheikh Ali Gomaah, beliau antara lain mengatakan bahwa hari ini hari kebahagiaan, karena itu kita merayakannya. Pada hari inilah Nabi Muhammad SAW dilahirkan, pada hari ini pula Mesir dilahirkan kembali dan akan memulai babak barunya. Ia juga mengatakan Nabi Muhammad SAW memiliki akhlak dan perawakan yang sempurna. “Beliau adalah orang paling tampan,” ujarnya.

Selanjutnya acara disusul dengan pembacaan Maulid al-Barzanji oleh Sheikh Muhammad Hisyam, yang disimak dan diikuti oleh ribuan hadirin, merekapun bersama-sama membaca salawat sambil berdiri ketika bacaan sampai pada Mahallul Qiyam.  Setelah pembacaan Maulid al-Barzanji, Sheikh Ali Gomaah mempersilahkan tim Nasyid asal Siria untuk melantunkan salawat dan puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW.
Mahasiswa Indonesia yang hadir menggunakan 6 bus besar lebih kurang berjumlah 300 orang. Mereka membaur bersama ribuan masyarakat Mesir termasuk puluhan ulama Al-Azhar, mahasiswa Malaysia serta mahasiswa Siria yang memadati masjid megah tersebut. (AF)

Rabu, 12 Februari 2014

Atdikbud bertemu Dir Pusat Kegiatan Akademik Mahasiswa Turki di Mesir

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Cairo, Dr. Fahmy Lukman, M.Hum., pada tanggal 2 Januari 2014 memenuhi undangan Direktur Pusat Kegiatan Akademik Mahasiswa Turki di Mesir, di kantornya di kawasan District 7, Nasr City Cairo Mesir.
Pertemuan yang dihadiri juga oleh beberapa Pengurus Pusat Kegiatan Akademik Mahasiswa Turki di Mesir, dan mahasiswa Indonesia yang sedang mengikuti forum kajian di lembaga tersebut, antara lain membahas kerja sama pembinaan pelajar dan mahasiswa di Mesir.
Direktur lembaga tersebut antara lain menjelaskan bahwa Pusat Kegiatan Akademik ini tidak hanya untuk mahasiswa Turki di Mesir, ia terbuka untuk mahasiswa asing yang sedang belajar di Mesir, khususnya menuntut ilmu-ilmu ke-Islaman di Universitas Al-Azhar dan perguruan tinggi lain di Mesir.

Dalam kegiatannya, lembaga ini  menghadirkan Guru Besar Universitas Al-Azhar untuk memberikan ceramah materi tertentu secara rutin, dengan peserta yang terdaftar dari berbagai warga Negara. Selain menghadirkan Guru Besar Al-Azhar, lembaga ini juga memiliki Guru-guru untuk materi linguistic Arab, dan cabang ilmu lain, yang mengajar secara rutin.

Mahasiswa Indonesia yang aktif dalam kegiatan di lembaga ini, sebanyak 15 orang, yang mereka pada umumnya menghuni asrama mahasiswa yang dikelola oleh lembaga ini.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan pada kesempatan tersebut menyambut baik tawaran kerja sama pembinaan ini, dan berharap di masa yang akan datang dapat ditingkatkan dalam bentuk yang lebih efektif serta bermanfaat, misalnya seperti pelatihan-pelatihan, workshop, saresehan dan lain sebagainya. Atdikbud juga menambahkan bahwa pada kesempatan Diskusi tentang Hubungan Aceh dengan Khilafah Usmaniah, yang diselenggarakan beberapa waktu lalu di Sekretariat Mahasiswa Aceh di Mesir, Atdikbud hadir sebagai salah satu pembicara. Hal itu sangat positif untuk meningkatkan wawasan sejarah yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa. (AtdikCairo.org)

Senin, 09 Desember 2013

Workshop Peningkatan Prestasi, Tutup Kegiatan Termin I DPD PPMI Tanta

Dewan Pengurus Daerah (DPD-PPMI) Tanta, bekerja sama dengan Jam’iyyah Syar’iyyah (JS) Mahallah Kubro, selenggarakan Workshop Peningkatan Prestasi Mahasiswa, tanggal 7 & 8 Desember 2013. Acara tersebut merupakan kegiatan terakhir yang diselenggarakan oleh DPD-PPMI Tanta pada musim liburan tahun ini, sekaligus sebagai tanda ditutupnya kegiatan ektra kampus sebelum ujian termin I tahun akademik 2013/2014.

Kegiatan Workshop Peningkatan Prestasi diselenggarakan dengan tujuan memberikan kesempatan bagi anggota untuk belajar dan mengenal dari dekat trik dan metode yang tepat bagi seorang mahasiswa untuk meraih prestasi dalam menuntut ilmu. DPD-PPMI menghadirkan dua orang narasumber dalam Workshop ini: Pertama, Fathin Masyhud Bahri, Lc. M.HI,. Dosen Bahasa Arab, IAIN Sunan Ampel Surabaya, dan kedua, Ida Husnur Rahmawati, Lc. M.HI, Dosen Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Workshop dua hari ini mengetengahkan beberapa materi, antara lain: Kiat Sukses studi akademik di Universitas Al-Azhar, Teknik memahami literature Arab, Ketrampilan Menulis Esai Arab, dan Optimalisasi Media Perkuliahan untuk efektifitas belajar. Selain Mahasiswa Indonesia di Tanta, Workshop juga diikuti oleh mahasiswa Indonesia yang berdomisili di Cairo dan juga Alexandria.

“Kegiatan Workshop ini, kami selenggarakan sebagai pemanasan untuk belajar menyambut ujian termin I, sekaligus sebagai penutup aktifitas ekstra kampus yang telah kami mulai sejak liburan musim panas lalu. Mudah-mudahan, Workshop ini bukan saja menjadi sumber ilmu-ilmu baru yang disajikan oleh narasumber, tetapi juga sebagai pemicu semangat belajar anggota, khususnya menjelang masa-masa ujian yang tinggal satu bulan lagi ini,” ujar Ketua DPD PPMI Tanta.

Workshop yang berlangsung dari pagi hingga malam ini mendapat sambutan sangat antusias dari para peserta, hal itu dapat dilihat dari respon dan pertanyaan-pertanyaan yang mereka lontarkan serta prosentase kehadiran peserta yang cukup tinggi dalam setiap sessi. (AFN)

Minggu, 24 November 2013

Workshop & Pelatihan Kewirausahaan Untuk Mahasiswa Indonesia Di Mesir

Mahasiswa Indonesia yang saat ini sedang menempuh studi di Universitas al-Azhar di Mesir, di masa yang akan datang diharapkan tidak hanya menjadi ulama namun juga pengusaha yang mampu menciptakan perbaikan kesejahteraan di Indonesia. Demikian disampaikan oleh Duta Besar RI untuk Mesir, Nurfaizi Suwandi, saat membuka kegiatan Workshop dan Pelatihan Kewirausahaan untuk Mahasiswa Indonesia di Mesir yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 22-24 November 2013.

Duta Besar juga berharap mindset para peserta mengenai kewirausahaan dapat tercerahkan dengan kehadiran para profesional dalam hal kewirausahaan dari tanah air, yaitu Jamil Azzaini, Prof. Dr. Bustanul Arifin, Fauzi Rachmanto dan I Made Donny Waspada. 

Duta Besar RI juga menyampaikan bahwa dalam pertemuannya dengan Menteri Koperasi dan UKM RI tanggal 18 Oktober 2013, Menteri Koperasi dan UKM telah menyatakan kesediaan untuk memberikan stimulus permodalan awal bagi proposal bisnis terbaik dari partisipan, jika partisipan telah kembali ke tanah air.

Sementara itu, saat memberikan sambutan pada pembukaan workshop, Asisten Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM, Taty Ariati, menyampaikan bahwa jumlah wirausahawan di Indonesia hanya 1,65% dari seluruh jumlah penduduk Indonesia. Jumlah ini jauh lebih sedikit dari jumlah minimal wirausaha di negara-negara middle income yang di atas 2%.

Asisten Deputi berharap dengan penyelenggaraan kegiatan yang baru pertama kalinya diselenggarakan oleh Perwakilan RI di seluruh dunia ini, maka jumlah wirausaha terutama wirausaha muda di Indonesia akan meningkat. Mahasiswa para peserta pelatihan kewirausahaan ini diharapkan mau kembali ke tanah air segera, menjadi wirausaha yang kreatif, inovatif, berdaya saing, menciptakan terobosan baru, inovasi baru dan memiliki karakteristik serta keunikan produk yang menarik pasar.

Sebagaimana disampaikan ketua panitia kegiatan, Lauti Nia Astri Sutedja, Sekretaris Pertama Fungsi Ekonomi KBRI Cairo, kegiatan ini merupakan upaya nyata KBRI dalam mendukung Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) yang telah dicanangkan oleh pemerintah Indonesia sejak tahun 2011. 

Tujuan utama Pelatihan Kewirausahaan ini, lanjut Nia, adalah untuk memperkenalkan, menumbuhkembangkan dan memajukan semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa dan pemuda Indonesia yang ada di Mesir. Semangat kewirausahaan ini diharapkan akan menjadi cambuk dan bekal bagi para mahasiswa dan pemuda Indonesia di Mesir untuk kembali ke tanah air dan menjadi wirausahawan handal, inovatif, berdaya saing dan tangguh yang akan memperkuat pondasi perekonomian Indonesia.

Kegiatan ini merupakan yang pertama kali diadakan oleh KBRI Cairo bekerja sama dengan Kementerian KUKM dan diikuti oleh 116 peserta mahasiswa tingkat III hingga pascasarjana. Dalam workshop ini, para narasumber akan memberikan materi mengenai dasar-dasar ekonomi, komunikasi bisnis, leadership dan motivasi, mencari peluang usaha dan pembuatan proposal bisnis. 

Sumber : KBRI Cairo

Rabu, 20 November 2013

Silaturrahmi & Dialog Bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)

Dalam rangka kunjungan kerja Deputi Kerjasama Internasional Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ke Mesir, Kedutaan Republik Indonesia (KBRI) Cairo mengundang Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di Mesir (MASISIR) untuk menghadiri sebuah acara silaturrahim dan dialog tentang "Terorisme", Selasa (19/11),  di Aula Darul Hasan Keluarga Mahasiswa Jambi (KMJ), Kawasan Hay Asyir, Nasr City, Cairo.

Dialog yang mengangkat dan menyibak tentang terorisme tersebut menghadirkan Duta Besar Hari Purwanto, saat ini menjabat sebagai Deputi 3 bidang Kerjasama Internasional di BNPT, dan Prof. Dr. Ihsan Idris, Direktur Deradikalisasi di BNPT, sebagai nara sumber. Di awal presentasinya, Hari Purwanto mengenalkan kepada peserta silaturrahmi tentang arti terorisme sebagaimana didefinisikan di dalam undang-undang Terorisme di Indonesia dan bahaya terorisme. "Terorisme adalah suatu masalah yang  dihadapi tidak hanya di Indonesia akan tetapi juga di semua belahan dunia, dimana ada kelompok atau perorangan yang mencoba untuk menggunakan cara-cara kekerasan untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, bermuatan politik dan bertujuan mengubah bentuk NKRI.", ujar Hari.

"Bahaya dari terorisme itu ada 2 yang pertama adalah mendukung terorisme itu sendiri, yang kedua adalah menganggap enteng masalah terorisme. Dan kalo kita bicara terorisme itu memang ada konotasi politik, jadi dia bukan sekedar kriminal biasa tapi selalu ada cakupannya politik.", lanjut Hari menerangkan. Ia juga menambahkan bahwa di dunia ini belum ada satu kesatuan pendapat untuk mendefinisikan apa yang disebut dengan terorisme, yang ada hanyalah definisi, atau working definition, yang artinya adalah definisi dimana dengan definisi tersebut kita bisa melakukan untuk melakukan penanggulangan terorisme.

Selain itu, dalam presentasinya Prof. Dr. Ihsan Idris memaparkan tentang proses tahapan bagaimana teroris itu bertindak dan apa kaitannya dengan paham radikalisme. "Paham radikal, jadi anak tangga sebelum menjadi teroris itu jadi dikemas dulu dalam bahasa agama bukan single factor, tetapi kemuadian bergeser, jadi mereka bukan lagi berjuang menegakkan syariat islam, mereka menciptakan keributan, menyerang polisi dan lain sebagainya. bahkan mereka tidak tau syariat islam.", tutur Ihsan berapi-api. Ia juga menambahkan bahwa sebenarnya para teroris tersebutlah yang selama ini kita dengar menyuarakan ditegakkannya syariah, padahal justru mereka sendiri yang menghancurkan syariah islam dengan tidak memperhatikan penjagaan dan perlindungan terhadap maqosid syariah yang lima.

Dialog yang dimoderatori oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo, Dr. Fahmy Lukman, M.Hum tersebut dilanjutkan dengan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya atau berkomentar. Kemudian acara dilanjutkan dengan ramah tamah sampai dengan selesai. Hadir juga dalam acara tersebut Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Dr. Fahmy Lukman, M.Hum, Meribintar Simorangkir, pimpinan fungsi politik KBRI Cairo, Staff KBRI Cairo, dan sekitar 45 para hadirin. (MHA)
Sumber: AtdikCairo.org

Minggu, 17 November 2013

DPD PPMI Tanta: Kajian Dengan Nama Bincang Serius

Menyadari akan pentingnya belajar menerjemahkan sebuah idea ke dalam bentuk tulisan yang sistimatis dan mudah difahami, dan sebagai upaya menyiasati minimnya tugas membuat makalah atau tugas praktek menulis dari Universitas Al-Azhar, DPD-PPMI Tanta mengundang Mahasiswa Indonesia di Tanta (MASITA) untuk menghadiri sebuah acara ilmiyah dengan nama “Bincang Serius” di Rumah Anggota (RUANG) DPD-PPMI Tanta (16/11).

Hasani Usman, Koordinator Bidang Pendidikan dan Kebudayaan  DPD-PPMI Tanta mengatakan bahwa Bincang Serius adalah format baru dari kegiatan forum ilmiyah yang selama ini diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa Indonesia Fakultas Ushuluddin dan Syariah. Namun, menurut Hasani, mengingat kegiatan ini sudah lama tidak aktif, maka Bid. Dikbud menggagas format baru tersebut untuk mewadahi kegiatan ilmiyah mahasiswa. Kajian dalam forum ini tidak terbatas pada bidang ilmu tertentu, tetapi diserahkan kepada kecenderungan peserta. Hasani juga mengatakan bahwa pada awalnya kegiatan ini diberi nama “Ngelantur Ilmiyah”, namun setelah dirasakan, ternyata nama aneh ini kurang membangkitkan semangat mahasiswa, maka dipilihnya nama yang lebih semangat “Bincang Serius”.

Dalam kajian perdana, forum “Bincang Serius” menampilkan pembicara oleh Alex Kusmardani dengan materi  "Mengenal Public Relation: Teori dan Aplikasi”. Alex mengambil materi ini karena PR adalah bagian yang penting dalam ilmu komunikasi yang harus diketahui oleh mahasiswa di Mesir ini. Alex juga menambahkan bahwa PR tentu sangat diperlukan dalam berdakwah pada zaman ini. Untuk itu mengenal public relation sangat erat dengan tugas alumni Mesir saat kembali ke masyarakat nanti.

Ketua DPD-PPMI Tanta, Nur Furqon Nashrullah. pada kesempatan tersebut berharap mudah-mudahan acara yang sangat penting ini dapat berlangsung secara istiqamah dwimingguan seperti yang direncanakan. Ketua DPD Tanta juga berharap, dengan kontinyuitas acara ini maka diharapkan semua anggota DPD-PPMI Tanta mendapat kesempatan menjadi pembicara, dan membuat makalah yang didiskusikan bersama.(MHA)
Sumber: AtdikCairo.org

Jumat, 15 November 2013

Dr. Jamal Ad-Daqaq Devinisikan Identitas Seorang Azhari

“Seorang mahasiswa Al-Azhar belum bisa dikatakan Azhari  kecuali jika memenuhi 3 kriteria khusus,  antara lain: berakidah Ahlussunnah Waljama'ah, bermadzhabkan salah satu dari empat Madzhab fiqh (Hanafiyah, Malikiyah, Syafi'iyyah, Hanabilah), dan bermanhajkan manhaj tazkiyah atau metode pemurnian diri dari segala sifat buruk dan tercela, serta berusaha menjadi seorang muslim yang  bertakwa.” Demikian  Prof. Dr. Sheikh Jamal Faruq Ad-Daqaq dalam HalaqohI lmiyyah yang  diadakan di Aula Griya Jawa Tengah KSW, Mutsallats, Nasr City Cairo, Senin (11/11).

Acara yang  diselenggarakan atas kerjasama antara Keluarga Masyarakat JawaTimur (GAMAJATIM) di Mesir, Kelompok Studi Walisongo(KSW), dan Senat Mahasiswa Indonesia di Mesir Fakultas Ushuluddin (Sema-Ushuluddin) tersebut mengambil sebuah tema: “Definisi Seorang Azhar di tinjau dari Aqidah, Syariah, dan Akhlaqnya  serta Bagaimana Menanggapi Banyaknya Perbedaan dengan antar mereka".  Tema tersebut  dipilih melihat pentingnya bagi mahasiswa Al-Azhar untuk mengetahui jati diri seorang Azhari yang sebenarnya dan bagaimana cara melihat perbedaan dari berbagai masalah yang ada. 

Dalam presentasinya, Dr. Jamal antara lain menjelaskan bahwa adanya perbedaan di dunia ini adalah merupakan sebuah rahmat, bukan ancaman yang bisa berakibat memecah belah umat. Karena, hakekat dari perbedaan itu sendiri adalah untuk mempermudah kita di dalam menjalankan syariah. Dr. Jamal menambahkan bahwa perbedaan pendapat di dalam masalah agama sering terjadi pada masalah-masalah furu`iyah, bukan masalah yang pokok.  Jadi seorang muslim tidak perlu mengkafirkan muslim yang lain, hanya karena masalah furu`iyah. (MHA)

Sumber: AtdikCairo.org

Jumat, 08 November 2013

Mengenal Metode Terbaru Menghafal Al-Quran Untuk Balita

Adalah tiga orang bersaudara berusia sangat belia, tampil di hadapan peserta Talkshow Metode Menghafal Al-Quran yang diselenggarakan oleh WIHDAH PPMI dalam rangka Peringatan Tahun Baru Hijrah di Aula Limas Nasr City (7/11). Ketiga belia bersaudara tersebut adalah Tabarak, Yazid dan Zeena. Putra Dr. Kamel Labuddin, asal Kota Tanta Garbeyah Mesir ini semuanya telah hafal Al-Quran dalam usia 4,5 tahun. Tabarak dan Yazid pernah dinobatkan sebagai Hafidz Al-Quran termuda di dunia oleh General Authority for Teaching the Qoran (al-Hai`ah al-amah lita`limil Quran) yang berkedudukan di Arab Saudi.

Ditanya tentang metode menghafal Al-Quran yang digunakan oleh ketiga putranya, Dr. Kamel Labuddin yang merupakan seorang pemikir dan penasehat umum Yayasan Nurul Qulub dan Lembaga Tahfidz al-Qur’an Tabarak dan Yazed di Tanta, mengatakan bahwa bayi yang baru lahir secara umum diberi kemampuan untuk mendengar, kemudian melihat, lalu berbicara atau mengeluarkan suara. Kamel menambahkan bahwa intinya seorang balita itu merekam yang didengarkan sejak dini. Untuk itu, kalau sejak bayi sudah selalu mendengar Al-Quran, dia akan mudah menghafal ketika sudah mulai bisa bicara.

Terkait dengan bagaimana membimbing anak balita untuk menghafal Al-Quran, Doktor yang menganjurkan agar anak mulai diajarkan menghafal Al-Quran sejak usia 3 tahun ini antara lain mengatakan, “"Yang  harus dilakukan oleh pengajar sebelum memulai mengajari anaknya menghafal al-quran antara lain adalah menyiapkan tempat yang nyaman,  kesiapan pengajar,  memilih waktu yang cocok bagi anak untuk menghafal, dan diawali dengan niat  yang  tulus."

Presiden PPMI Mesir, Amrizal Batubara, S.S.,  di dalam sambutannya antara lain menyampaikan rasa kagumnya terhadap keluarga penghafal Al-Quran tersebut. Ia berharap putra-putri Indonesia ada yang bisa mengikuti jejak mereka dalam menghafal Al-Quran.

Sementara itu,  Ketua WIHDAH PPMI, Tsaqofina Hanifah, mengatakan, "Mengenal Dr. Kamel Labuddin di Tanta dan mendengar sepak terjang beliau mendidik 3 orang putra-putrinya serta Lembaga Al-Quran Tabarak yang dipimpinnya, saya tergerak untuk mengundang beliau mengenalkan metode menghafal Al-Quran untuk balita ini. Mudah-mudahan , dengan adanya acara ini kawan-kawan bisa membuat sebuah rencana baik untuk keluarga masa depan.” Tsaqofina menambahkan, “Kitalah sang ibu,  kita yang menjadi harapan untuk bisa mencetak generasi-generasi qurani,  menjadikan keluarga kita keluarga ahli Quran."

Setelah acara Talkshow, Penasehat Yayasan Nurul Qulub dan Direktur Lembaga Tahfidz Al-Quran “Tabarak” ini meminta putra-putrinya untuk tampil menghafal Al-Quran di hadapan peserta dialog. Setelah membacakan ayat Al-Quran, peserta dipersilahkan untuk menguji hafalan mereka. Ketiga belia tersebut bukan saja hafal ayat-ayat yang diucapkan dengan lantang, tetapi mereka juga bisa menyebutkan letak ayat yang dibacanya di halaman berapa dan bagian atas/bawah, kiri/kanan dalam mushaf Al-Quran.

Acara yang diselenggarakan oleh WIHDAH bersama Keputrian Masisir ini disiarkan langsung oleh Radio PPI Dunia. Selain Talkshow, acara peringatan Tahun Baru Hijrah juga dimeriahkan oleh Lomba Membaca Berita Bahasa Arab, Penampilan siswa-siswi TK ABA dan Hadrah Fatayat PCI-NU Mesir. Hadir dalam acara tersebut Presiden PPMI, Ketua dan Pengurus WIHDAH, Ibu-ibu Darma Wanita Persatuan KBRI Cairo dan anggota WIHDAH PPMI Mesir.  (MHA)

Sumber: AtdikCairo.org

Jumat, 01 November 2013

Meriah! Pagelaran Seni Budaya Nusantara, Peringati Sumpah Pemuda

Dalam rangka mengisi rangkaian acara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-85 tahun 2013 di Mesir, Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) di Mesir, pada tanggal 30 Oktober 2013 mengadakan Pagelaran Seni Budaya Nusantara, bertempat di Auditorium American Future School, Nasr City, Cairo.

Presiden PPMI, Amrizal Batubara di dalam sambutannya antara lain mengatakan bahwa pemuda, adalah sosok yang tahan banting dalam keadaan apapun, Amrizal juga sepakat bahwa pemuda sejati adalah yang menghargai waktu di dalam hidupnya. “Setiap pemuda harus punya inisiatif di dalam menghadapi langkah-langkah hidupnya, pemuda tidak menyia-nyiakan waktu, pergantian antar kegiatan selalu diisi dengan hal yang berguna, karena hakekatnya, istirahat itu adalah pergantian dari satu aktifitas ke aktifitas lain (arrahatu fi tabaadul el-a`mal”, kata Amrizal berapi-api.

Dahlia Kusuma Dewi, Sekretaris II, Pelaksana Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya (Pensosbud) KBRI Cairo, di dalam sambutannya mewakili Bapak Duta Besar RI, antara lain menyampaikan tentang sejarah dibentuknya sebuah Negara Indonesiia.

“Banyak PR kita sebagai generasi muda untuk membangun Indonesia. Indonesia ini lahir bukan dari Negara yang utuh. Kita sebagai pemuda memahami bahwa untuk mengumpulkan dan menyamakan visi itu tidak mudah, tapi itu sudah dikerjakan oleh para pendahulu kita yang menyatukan Indonesia menjadi satu bangsa dengan satu bahasa dan satu tanah air.” Demikian Dahlia menyinggung sejarah terjadinya Sumpah Pemuda.

Dahlia menambahkan bahwa pemuda-pemudi Indonesia saat ini masih memiliki PR untuk menyatukan busana nasional yang bisa mempresentasikan bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke, melihat begitu banyaknya ragam busana di Indonesia.

Dalam pagelaran yang dihadiri lebih dari 200 penonton itu, antara lain ditampilkan Tari Saman, Tari Melayu, Angklung, Tari Minangkabau, Tari Tortor dan diakhiri dengan penampilan seni beladiri Indonesia,TapakSuci. (MHA)
 
Sumber: AtdikCairo.org