Bersama Kuasa Usaha at Interim KBRI Cairo, Teuku Darmawan

Dari kiri: Syafruddin Mukhlis (Ketua DPD Mansoura), Nur Furqon Nashrullah, Lc. (Ketua DPD Tanta), Amrizal Batubara, S.S. (Presiden PPMI Mesir), Teuku Darmawan (KUAI KBRI Cairo), A. Solikhan (Ketua DPD Zagazig), Muhlasson Jalaluddin, Lc. (Staf Atdikbud KBRI Cairo).

Gerakan 100 Kunci

Ketua DPD PPMI Tanta, Nur Furqon Nashrullah Mengawali Kepemimpinannya dengan Program Gerakan 100 Kunci.

Wisuda Mahasiswa Indonesia

Resepsi Wisuda Mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar.

Pelantikan Pengurus DPD PPMI Tanta Periode XIX Masa Bakti 2013-2014

Pelantikan Pengurus DPD PPMI Tanta pada Senin, 9 September 2013 di Rumah Anggota.

HOTLINE

HOTLINE Perlindungan WNI di Mesir: +201022229989.

Minggu, 02 Maret 2014

Tiga Tarian Tradisional Indonesia Semarakkan Pameran Seni Budaya di Mesir

Kedutaan Besar Republik Indonesia kembali turut serta dalam Sakia Exhibition for Cultural Services ke-11 yang diselenggarakan oleh Rumah Budaya Sakia El-Sawi pada tanggal 27 Februari 2014. Acara dilaksanakan di aula Annahr, yang terletak di pinggir sungai Nil, dan diikuti oleh 27 kedutaan dan beberapa rumah budaya di Mesir.

Tahun ini, Indonesia menggelar bahan-bahan promosi yang bernuansa khas Indonesia dengan berbagai gambar pariwisata dan keindahan alam nusantara. Tersedia juga berbagai informasi seputar Indonesia baik politik, ekonomi, budaya dan lain sebagainya. KBRI juga membagikan buku saku, brosur dan cd ke-indonesia-an. Para Pengunjung juga dapat mencicipi kue khas Indonesia yaitu onde-onde dan klepon yang dibagikan secara gratis.

Dibawah koordinasi Pusat Kebudayaan Indonesia (Puskin) KBRI Cairo,  Indonesia juga tampil dengan suguhan tiga tarian tradisional, yaitu tari Lenggang Nyai dari Sekolah Indonesia Cairo, tari Gending Sriwijaya yang dibawakan oleh mahasiswi Indonesia asal Sumatera Selatan, dan  tari Gandrung Bali dari siswi Puskin yang berkewarganegraan Mesir. Penampilan Indonesia tersebut mendapat sambutan meriah dari ratusan penonton yang memadati aula an-Nahr.

Acara tersebut mendapatkan liputan dari beberapa media massa di Mesir. Salah satunya, The Egyptian Gazette memuat foto tarian Gending Sriwijaya pada halaman terakhir edisi 2 Maret 2014. (KBRI Cairo)

Rabu, 26 Februari 2014

Bangkitkan Semangat Memilih, PPLN Cairo Adakan Lomba Menulis Kolom

Dalam rangka sosialisasi Pemilu Legislatif Indonesia di Mesir yang akan dilaksanakan pada 5 April  2014 mendatang, maka PPLN KBRI Cairo mengadakan kegiatan lomba penulisan kolom (coloumn/opini) untuk segenap WNI di Mesir dengan ketentuan sebagai berikut:
TEMA:
  1. Tanggung jawab warga negara terhadap Pemilu.
  2. Kesadaran politik yang mencerdaskan.
  3. Mewujudkan Pemilu legislatif yang jujur dan demokratis
  4. Menciptakan sinergi antara Ormas dan Parpol dalam membangun negeri.
Format tulisan
  1. Tulisan menggunakan font Arial ukuran 11.
  2. Minimal 2500 karakter dan maksimal 4000 karakter )dengan spasi)
  3. Menggunakan spasi  1,5 cm.
 Syarat dan ketentuan
  1. Lomba terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya;
  2. Lomba diikuti oleh perseorangan;
  3. Peserta hanya dapat mengirimkan 1 buah tulisan;
  4. Tulisan terbaru dan belum pernah dipublikasikan;
  5. Penulisan menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar;
  6. Keputusan panitia mutlak dan tidak dapat diganggu gugat;
  7. Jika terdapat penjiplakan maka akan didiskualifikasi secara otomatis;
  8. Tulisan yang diikutkan lomba menjadi hak panitia;
  9. Tulisan dipresentasikan pada acara sosialisasi pemilu legislatif pada tanggal 22 Maret 2014;
  10. Peserta yang berhak ikut presentasi adalah yang masuk 3 besar;
  11. Tulisan dikirimkan dalam bentuk  soft copy melalu fb ppln mesir dan atau pplnmesir@gmail.com.
  12. Menyertakan biodata yang meliputi : Nama,TTL, alamat indonesia, alamat mesir, pendidikan yang sedang ditempuh, nomer hp, alamat fb.
Aspek Penilaian
Ada dua tahap penilain. Seleksi naskah dan presentasi
  • Seleksi naskah
  1. Seleksi naskah dilakukan oleh dewan juri yang telah ditetapkan PPLN Cairo.
  2. Penilaian dilihat dari orisinaslitas ide penulis, kreatifitas gagasan, inovasi dan kontribusi.
  3. Penggunaan tata-bahasa dan EYD
  • Penilaian presentasi
  1. Penyajian/presentasi maksimal 5-7 menit
  2. Ketepatan waktu
  3. Sikap/cara presentasi
  4. Penggunaan ragam bahasa tutur yang baku
  5. Penguasaan materi.
 Jadwal kegiatan
  1. Penyerahan tulisan : 20 Februari – 10 Maret 2014
  2. Seleksi dan penilaian: 11-18 Maret 2014
  3. Pengumuman pemenang: 22 Maret 2014
Hadiah
Penghargaan lomba akan diberikan dalam bentuk:
  1. Sertifikat bagi seluruh peserta yang mengirimkan lomba dengan lengkap
  2. Uang tunai sebagai berikut:
    1. Juara I                 : 1000 LE
    2. Juara II                :  800 LE
    3. Juara III               :  600 LE
    4. Juara Harapan I    :  400 LE
    5. Juara Harapan II   :  200 LE
Contact Person : 0100 80 22 151/ 011 233 53 588 / 010 61 537 68
Para finalis akan diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil tulisannya dalam acara sosialisasi secara masal di cairo pada Maret mendatanga.

Sumber: PPLN Mesir

Selasa, 25 Februari 2014

Ini Semua Karena Babi

Disinggung perihal kapan dimulainya aktifitas kampus Termin II, Musthofa Su’un hanya menggelengkan kepala sembari berkata "Wallahu A’lam, saya dengarnya sih tanggal 8 Maret nanti, tapi entah lah, belum pasti juga itu, tunggu aja keputusan dari pusat!"

Mengenai sebab keterlambatan ini, Musthofa menjelaskan bahwa salah satu sebabnya adalah karena babi, "salah satu penyebabnya karena menyebarnya virus flu babi di Mesir akhir-akhir ini. Menteri Kesehatan menngingatkan bahayanya virus tersebut, dan salah satu antisipasi adalah dengan tidak mengadakan kegiatan belajar-mengajar, terlebih di ruangan tertutup dengan jumlah audiens yang cukup banyak, karena dengan berkumpulnya banyak orang di satu ruangan tertutup itu berbahaya, dengan adanya satu orang saja terjangkit virus mematikan tersebut, akan banyak jiwa yang
terancam tertular, makanya kegiatan kuliah belum dimulai, ini salah satu penyebabnya. Sebab yang lain, Wallahu A’lam".

Musthofa
juga menegaskan pentingnya tahlil dam untuk mereka yang baru datang dari luar Mesir, tes darah ini untuk memastikan kesehatan masing-masing individu, lebih rincinya lagi tentang bebasnya seseorang dari virus flu babi.

Selain membahas tentang kegiatan kampus, Musthofa juga memberikan angin segar sebab insyaAllah akan ada minhah dari Ri’ayat el-Shabab bi el-Koleyet untuk Mahasiswa asing. Mengenai waktu, prosedur dan jumlah beasiswa, akan diberitahukan menyusul.

Obrolan santai pagi tadi ditutup dengan titipan salam dari Musthofa untuk segenap Mahasiswa Indonesia di Tanta. "Salam untuk teman-teman Indonesia". (NFN)

Islam & Intrik Politik

Barangkali tidaklah berlebihan jika penulis katakan, saat ini kita perlu mengingat kembali ungkapan terkenal Syaikh Mohammad Abduh dalam bukunya: Islam dan Kekristenan (al-Islam wa al-Nashraniyyah). Dalam buku tersebut, Abduh menyatakan : “Aku berlindung kepada Allah dari politik, dari kata dan arti kata politik, dari setiap pembicaraan politik, bahkan dari mengucapkan asal-usul kata politik (sasa-yasusu) berikut derivasinya.”

Berikut ini, secara ringkas  penulis akan kemukakan beberapa refleksi penulis terkait politik tersebut:
Pertama, pernyataan Abduh itu kemungkinan besar tidak dimaksudkan untuk menghindari politik yang lurus dan bersih, seperti yang disinyalir oleh Imam al-Ghazali dalam ungkapannya: “Politik itu adalah alat untuk memperbaiki keadaan manusia, yaitu dengan cara menuntun mereka ke jalan keselamatan dunia dan akhirat.” Sebagaimana juga tidak mungkin pernyataan tersebut dimaksudkan Abduh untuk menjauhi politik yang sesuai dengan tuntunan syariat (as-siyasah as-syar’iyyah) sebagaimana diajarkan oleh para ulama Islam.

Politik yang lurus, bersih dan sesuai syariat adalah politik yang mencurahkan seluruh perhatiannya demi menuntun perilaku manusia agar selaras dengan ajaran utama dan tujuan mulia syariat Islam. Hemat penulis, yang dimaksud politik dalam pernyataan Abduh tersebut adalah intrik-intrik politik yang penuh dengan upaya saling sikut dan manuver-manuver politik yang seringkali diwarnai dusta dan kebohongan. Dalam politik macam ini, yang haram bisa menjadi halal, bahkan dusta dan kebohongan seringkali ditampilkan secara terang-terangan.

Kedua, jika intrik politik hanya seperti yang baru saja penulis gambarkan, mungkin hal itu tidak terlalu merisaukan kita. Tapi yang terjadi saat ini, para politisi sudah mulai bermain-main dengan teks-teks Al-Qur’an dan Hadis yang mulia itu, juga sejarah Nabi Saw. yang agung. Mereka mengeksploitasi hal-hal yang sakral dan suci tersebut untuk menarik simpati dan mengobarkan emosi masyarakat. Dan lalu,  masyarakat yang telah jatuh dalam perangkap mereka itu diarahkan—juga dengan alasan-alasan agama—untuk meraih kepentingan politik mereka.

Anda mungkin akan terheran-heran menyaksikan bagaimana mereka memutarbalikkan ayat-ayat Al-Qur’an.  Ayat-ayat yang berisi janji kemenangan bagi Nabi Saw. dan para sahabatnya, di tangan mereka berubah menjadi janji kemenangan hanya bagi kelompok mereka sendiri. Begitu pula, ayat-ayat yang mengandung ancaman bagi musuh Nabi Saw. dan para sahabatnya,  mereka jadikan amunisi untuk menyerang kelompok-kelompok yang berseberangan dengan agenda politik mereka. Mereka merasa seakan-akan telah mengetahui apa yang tersembunyi, yang sejatinya hanya diketahui oleh Allah Swt. Tidak berhenti di situ saja. Sejarah kehidupan Nabi Saw. juga diselewengkan dari fakta sebenarnya untuk memberi kesan pada masyarakat awam bahwa kelompok merekalah yang perjalanan hidupnya menyerupai perjalanan kehidupan Nabi Saw. Dan merekalah yang akhirnya akan menang, sebagaimana sejarah Nabi Saw., sementara kelompok-kelompok di luar mereka akan kalah dan musnah.

Para pendahulu kita, seperti Imam as-Suyuthi, pengarang al-Itqan, telah mengingatkan kita agar jangan sekali-kali menakwilkan ayat-ayat Al-Qur’an demi mendapatkan keuntungan duniawi. Bahkan para ulama kita terdahulu telah menyatakan bahwa pangkal fitnah yang terjadi antara kelompok Khawarij dengan Imam Ali R.a. adalah karena Khawarij keliru memaknai ayat-ayat Al-Qur’an. Ayat-ayat yang ditujukan kepada orang-orang kafir mereka gunakan untuk mendiskreditkan kaum muslim bahkan menghalalkan darah, harta dan kehormatan orang-orang Islam! Dan pada masa kini, para penerus Khawarij ini juga menggunakan cara yang sama dengan pendahulunya. Mereka tidak segan-segan mengafirkan orang-orang yang tidak sependapat dengan mereka. Mereka lupa bahwa Nabi Saw. telah memperingatkan: “Siapapun yang menuduh saudaranya kafir, maka tuduhan itu berlaku bagi salah satu dari keduanya jika salah satunya benar-benar kafir. Tapi jika tidak, maka tuduhan itu berlaku bagi si penuduh.” (HR.Bukhari dan Muslim).

Banyak orang yang mungkin tak habis pikir dengan pihak-pihak yang mengeksploitasi teks-teks Al-Qur’an, Hadis dan sejarah hidup Nabi Saw. untuk mendapatkan kepentingan duniawi belaka. Seakan-akan metode pemahaman teks-teks keagamaan yang dirumuskan para ulama dari dulu hingga kini telah lenyap dari pikiran.  Bahkan warisan tradisi Islam (turats) yang kaya seperti tak lagi berguna di hadapan orang-orang yang sengaja ingin mencampur-adukkan kebenaran dan kebatilan, serta kejujuran dan kebohongan.

Ketiga, orang akan lebih terkejut lagi saat menyaksikan intrik politik para politisi yang mereduksi as-siyasah as-syar’iyyah menjadi semata nafsu merengkuh kekuasaan, sehingga menghalalkan segala cara untuk meraih kekuasaan tersebut. Alih-alih berusaha menciptakan kesejahteraan bagi rakyat, atau mencegah penyelewengan kekuasaan dan korupsi, mereka justru mabuk kekuasaan dan kursi pemerintahan. Bagi mereka, kekuasaan dan pemerintahan adalah tujuan paling luhur dari politik. Mereka lupa bahwa menurut Islam, politik dan kekuasaan hanyalah sarana untuk menciptakan kesejahteraan yang hakiki bagi rakyat, selain untuk menanamkan nilai-nilai luhur dan moral agama dalam diri rakyat. Jika politik seperti diajarkan syariat (as-siyasah as-syar’iyyah) menuntun pada tujuan luhur dan mulia, maka para politisi telah mereduksinya sedemikian rupa, sehingga kekuasaan dan pemerintahan yang pada awalnya hanya sarana, telah berubah menjadi satu-satunya tujuan utama, meski untuk meraihnya harus mengalirkan darah dan mengorbankan banyak nyawa!

Keempat, Islam itu bukan hanya kekuasaan dan pemerintahan saja. Bahkan Islam juga bukan hanya sistem kemasyarakatan. Islam adalah menciptakan peradaban dan mewujudkan hasil olah-pikir, serta menggerakkan keindahan rasa. Islam adalah mendayagunakan akal, anggota badan, dan hati, karena hal-hal itulah yang dapat memberikan petunjuk bagi mansuia untuk mewujudkan kebebasan, keadilan, dan kemajuan. Hal-hal itu juga yang telah diajarkan Islam kepada seluruh manusia yang beraneka ragam bahasa dan suku bangsanya, sehingga mereka dapat terinspirasi untuk mewujudkan “surga” seperti yang mereka idam-idamkan, yaitu keadilan, kebebasan, dan perdamaian di seluruh dunia.

Prof. Dr. Abdul Fadhil el-Qoushi
Mantan Menteri Wakaf Mesir, Anggota Dewan Ulama Senior Al-Azhar, dan Wakil Ketua Ikatan Alumni Al-Azhar Internasional.

* Hak terjemahan pada @IAAI Indonesia.

Senin, 24 Februari 2014

KBRI Kairo Dengar Aspirasi Mahasiswa di Mesir

Dalam rangka menjaring aspirasi mahasiswa Indonesia di Mesir, pada Minggu (23/02) KBRI Kairo melakukan pertemuan dengan para pimpinan organisasi mahasiswa Indonesia yang terdiri dari Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI), organisasi mahasiswi (WIHDAH) dan ketua-ketua organisasi kedaerahan yang terdiri dari 17 kekeluargaan.

Dalam pertemuan tersebut, mewakili KBRI Kairo, Sekretaris I Pensosbud, Windratmo, didampingi Sekretaris III Pensosbud, Mohammad Nur Salim, bersama perwakilan mahasiswa  membahas isu-isu terkini dan permasalahan-permasalahan yang dihadapi mahasiswa.

Setelah melakukan identifikasi dan mendengar masukan dari masing-masing peserta pertemuan, ada empat macam persoalan yang dibicarakan. Pertama, penanganan terhadap calon mahasiswa baru yang telah berada di Mesir; kedua, masalah pelayanan kesehatan; ketiga, pelayanan kekonsuleran; keempat, adalah gagasan untuk melakukan penggalangan dana dari WNI di Mesir membantu meringankan beban saudara-saudara di Indonesia yang tertimpa bencana.

Sekretaris I Pensosbud pada kesempatan tersebut mengusulkan perlunya sinergi antara KBRI Kairo dan WNI di Mesir, khususnya mahasiswa, untuk menggalang dana dalam kerangka solidaritas meringankan bencana alam di Indonesia. Di samping itu, ditekankan pula perlunya dibuat gerakan peduli mahasiswa yang dapat diwujudkan dalam bentuk "dana kepedulian mahasiswa" yang akan dikumpulkan oleh semua para mahasiswa setiap bulannya untuk dijadikan dana taktis membantu mahasiswa Indonesia di Mesir yang membutuhkan. 

Hadir dalam pertemuan tersebut, perwakilan KBRI Kairo, Sekjen PPMI, Ketua Wihdah dan beberapa Ketua Kekeluargaan yaitu Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA), Kelompok Studi Mahasiswa Riau (KSMR), Himpunan Mahasiswa Medan (HMM), Keluarga Pelajar Tapanuli dan Sekitarnya (KPTS), Ikatan Keluarga Mahasiswa Lampung (IKMAL), Keluarga Mahasiswa Banten (KMB), Keluarga Pelajar Jakarta (KPJ), Keluarga Paguyuban Masyarakat Jawa Barat (KPMJB), Kelompok Studi Walisongo - Jawa Tengah (KSW),  Keluarga Masyarakat Jawa Timur (GAMA JATIM), Forum Studi Keluarga Madura (FOSGAMA), Keluarga Mahasiswa Kalimantan Mesir (KMKM), Kerukunan Keluarga Sulawesi (KKS).

Sabtu, 22 Februari 2014

Info Beasiswa Turkiye Burslari

Kabar gembira bagi teman-teman yang berminat melanjutkan studi di Turki, Pemerintah Turki memberikan beasiswa bagi seluruh pelajar di dunia untuk program S1, S2 & S3.

Beasiswa yang ditawarkan oleh Pemerintah Turki terdiri dari 22 macam, namun pengalaman tahun-tahun sebelumnya untuk pelajar Indonesia hanya bisa mengakses 8 macam saja, antara lain:

  1. Goldenhorn Scholarship (undergraduate)
  2. History and Civilization Scholarship (graduate and research)
  3. Ibni Haldun Social Sciences Scholarship (graduate and research)
  4. Economic Studies Scholarship (graduate and research)
  5. Ali Kuşçu Science and Technology Scholarship (graduate and research)
  6. İbni Sina Medical Sciences Scholarship (undergraduate, graduate and research)
  7. Islamic Theology Scholarship (undergraduate, graduate and research)
  8. Yunus Emre Turkish Language Scholarship (undergraduate, graduate and research)

Beasiswa yang diberikan meliputi:

  1. Tiket pesawat keberangkatan ke Turki dan kepulangan ke Indonesia setelah menyelesaikan studi.
  2. Biaya pendidikan hingga selesai.
  3. Biaya pendidikan bahasa Turki selama 1 tahun.
  4. Asuransi kesehatan umum.
  5. Asrama tempat tinggal & makan setiap hari.
  6. Uang saku kurang lebih sebesar; 500 TL (225 USD) untuk mahasiswa S1 (baik yang 2 tahun atau 4 tahun), 750 TL (335 USD) untuk mahasiswa S2 & 1000 TL (450 USD) untuk mahasiswa S3 atau penelitian.

Pendaftaran sangat mudah, cukup dengan mengakses http://turkiyeburslari.gov.tr./ Jangan lupa siapkan soft copy dokumen pendidikan dan identitas Anda. Selain itu, Anda juga harus punya email yang masih bisa diakses, karena undangan wawancara dan prosedur-prosedur lain akan diberitahukan melalui email Anda.

Pendaftaran dibuka pada bulan Maret 2014 untuk program Pasca-Sarjana dan bulan April-Mei 2014 untuk program Sarjana.